PASURUAN, Radar Bromo - Usianya baru menginjak 6 tahun. Namun, RSUD Grati yang merupakan rumah sakit terbesar di kawasan timur Kabupaten Pasuruan, sudah meraih berbagai prestasi tingkat nasional lewat berbagai inovasi layanan.
Dan Rabu kemarin (23/10), peringatan HUT RSUD Grati yang ke-6 digelar. Momen tersebut juga diisi dengan pencanangan Green Hospital dan Launching Inovasi SI PINTAR SAKTI.
Rangkaian Peringatan HUT RSUD Grati dimulai sejak pagi hari dengan kegiatan senam bersama.
Dilanjutkan dengan penanaman pohon secara langsung oleh Pj Bupati Pasuruan Nurkholis, sebagai bagian dari pencanangkan RSUD Grati sebagai Green Hospital. Dan dilanjutkan puncak peringatan HUT RSUD Grati.
Direktur RSUD Grati drg Dyah Retno Lestari, M.Kes. mengucapkan syukur di usia yang sudah 6 tahun ini. RSUD Grati tidak lagi dikatakan “Balita”.
Tapi sudah merangkak. Bahkan, telah mampu berlari untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan profesional kepada masyarakat.
“Sudah banyak inovasi yang dilakukan, hingga berbuah penghargaan tingkat nasional. Inovasi untuk lansia sudah, inovasi untuk kegawatdaruratan sudah, untuk persalinan sudah. Dan hari ini (kemarin, Red) kami me-launching inovasi untuk layanan TBC,” ungkapnya.
Layanan tersebut, berupa Sistem Pelayanan Penyakit Tubercolosis Terintegrasi di Rumah Sakit Grati atau disingkat SI PINTAR SAKTI.
Ia menjelaskan, inovasi ini diciptakan untuk memutus kasus TBC di masyarakat.
Sebab, hingga kini, masih banyak masyarakat yang belum memahami pengobatan TBC yang harus dilakukan sampai tuntas.
Padahal, jika tidak tuntas, maka pengobatan akan dimulai dari awal lagi.
"Karena kalau sudah terkena TBC, maka pengobatannya harus sampai tuntas. Tidak boleh ada jeda,” jelasnya.
Ketika sudah diobati dan harus kontrol untuk beberapa kali sampai tuntas, banyak pasien TBC yang tidak melaksanakannya.
Hal itulah yang membuat RSUD Grati mempunyai sembilan strategi penting. Agar seluruh pasien TB dinyatakan sembuh total.
Dengan Inovasi SI PINTAR SAKTI, drg Retno berharap kasus TBC di Kabupaten Pasuruan, khususnya di wilayah timur bisa dieliminasi.
Pj Bupati Pasuruan Nurkholis mengacungi jempol langkah RSUD Grati yang me-launching Inovasi SI PINTAR SAKTI.
Kata dia, inovasi harus berdampak banyak. Dalam artian, memberikan manfaat bagi banyak orang. Dalam hal ini pasien TBC.
"Selamat untuk RSUD Grati. Mudah-mudahan inovasi ini terus berkelanjutan dan harus dipertahankan. Karena sangat bagus untuk memutus jumlah kasus TBC di Kabupaten Pasuruan," paparnya.
Dalam rangkaian HUT RSUD Grati kemarin, juga ada kegiatan penyerahan Mobil Hospital Without Wall layaknya rumah sakit berjalan.
Di mana, pasien yang mengalami kegawat daruratan di rumah, bisa langsung dijemput untuk dilakukan penanganan awal, sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit.
Ada juga Mobil Anjem Inovasi. Di mana, mobil ini lebih diperuntukkan bagi pasien yang tidak bisa berangkat ke rumah sakit akibat sakit atau kondisi tubuh yang tidak memungkinkan.
Pj Bupati Pasuruan juga memberikan penghargaan kepada 17 pegawai RSUD Grati yang sudah membuat inovasi untuk peningkatan pelayanan.
Acara semakin meriah dengan bagi-bagi door prize kepada peserta yang hadir dalam peringatan HUT RSUD Grati kemarin. (eka/*)
Baca Juga: RSUD Grati Bakal Tambah Layanan Spesialis Saraf, Ini Tujuannya
Editor : Jawanto Arifin