PASURUAN, Radar Bromo- Suhu panas belakangan ini juga terjadi di Pasuruan. Penyebabnya, menurut Stasiun Geofisika Pasuruan karena bergesernya posisi matahari ke selatan.
Kepala Stasiun Geofisika Pasuruan di Pandaan Rully Oktavia Hermawan mengatakan, saat ini posisi matahari mendekati Jawa Timur.
Sehingga, sejumlah daerah di Jawa Timur mengalami kenaikan suhu cukup signifikan.
Di Pasuruan misalnya, suhu udara berdasakran termometer BMKG Pasuruan mencapai 33 derajat Celsius. Suhu ini belum dikategorikan maksimum.
Sementara di wilayah lain malah lebih panas. Di Lamongan misalnya, mencapai 37,5 derajat Celsius. Disusul Bojonegoro, Surabaya, dan Jombang dengan suhu udara antara 35 sampai 36 derajat Celsius.
“Suhu panas ini akan bertahan sampai akhir tahun. Dan puncaknya akan terjadi pada 11 Oktober 2024. Saat itu, posisi matahari tepat di atas Kota Surabaya,” katanya.
Namun, masyarakat menurutnya tidak perlu khawatir. Sebab, hujan diperkirakan mulai turun pada November di Kota Pasuruan. Sehingga, akan mengurangi terik.
Sedangkan di wilayah lain, hujan turun di bulan Oktober atau lebih cepat. Seperdi di Ponorogo dan Jombang.
Selama musim peralihan ini, Rully berharap pemerintah mengoptimalkan edukasi pada masyarakat tentang pentingnya menghadapi risiko bencana selama hujan.
Sebab, musim hujan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. Seperti banjir bandang, longsor, sedimentasi waduk.
“Perlu informasi terpadu terhadap cuaca dan iklim saat masa peralihan dan musim hujan,” ujarnya. (zen/hn)
Editor : Abdul Wahid