Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Haul Kiai Hamid Dihadiri Jamaah dari Berbagai Daerah, Minta Jamaah Teladani Kesantunan Kiai Hamid

Fahrizal Firmani • Senin, 16 September 2024 | 01:01 WIB
Jamaah Haul Kiai Hamid memadati jalan Wahid Hasyim Kota Pasuruan.
Jamaah Haul Kiai Hamid memadati jalan Wahid Hasyim Kota Pasuruan.

 

PASURUAN, Radar Bromo-Acara haul Kiai Abdul Hamid kembali digelar, Sabtu (14/9). Seperti tahun-tahun sebelumnya, haul ke 43 tahun didatangi ribuan masyarakat dari berbagai kota di Indonesia. Mereka ingin ngalap berkah.

Sejumlah tokoh penting juga hadir. Di antaranya Sekjen PBNU yang baru saja dilantik menjadi Mensos, Saifullah Yusuf; Wakil ketua PBNU, KH Mustofa Bisri; KH Agus Ali Masroeri, dan KH Bahauddin Nur Salim.

Jamaah memadati lokasi haul mulai pukul 07.00. Sementara haul dimulai pukul 08.00 hingga 12.00.

Sejumlah lokasi pun jadi titik kumpul jamaah haul, yaitu Jalan Kiai Abdul Hamid, Alun-alun Pasuruan hingga Jalan Wahid Hasyim.

KH Idris Hamid, putra dari Kiai Abdul Hamid sangat mengapresiasi ribuan jamaah yang hadir dalam haul ini.

Padahal pihaknya tidak pernah memberikan undangan. Tapi, jamaah haul dari berbagai wilayah berdatangan. Mulai Jawa, hingga Aceh.

"Semua datang karena ingin dapat barokah Kiai hamid. Saya doakan yang datang dapat barokah dan keilmuan dari beliau," tutur Gus Idris-sapaannya.

Mensos Saifullah Yusuf yang hadir menyampaikan terima kasih untuk doa masyarakat dan Ponpes Salafiyah atas dukungannya selama 3,5 tahun menjabat sebagai Wali Kota Pasuruan. Berbagai terobosan sudah dilakukannya selama menjabat.

Di antaranya payung madinah. Keberadaan wisata baru ini mampu meningkatkan jumlah kunjungan hingga 10 kali lipat ke Kota Pasuruan. Harapannya Kota Pasuruan bisa sejajar dengan Surabaya dan Malang.

"Minta doa semoga wali kota baru nantinya bisa melanjutkan dan membawa Kota Pasuruan lebih baik lagi," tutur Gus Ipul.

Sementara itu, KH Mustofa Bisri dalam sambutannya meminta jamaah agar meneladani kesantunan Kiai Abdul Hamid.

Pernah suatu waktu, Kiai Hamid mendatangi sebuah acara. Sebagai ulama besar, ia dijaga oleh banser.

Namun ternyata ada salah satu jamaah yang ingin dekat dan bersentuhan dengan beliau.

Sehingga, tidak sengaja melakukan kontak fisik seolah memukul. Anggota banser yang berjaga pun marah-marah. Namun Kiai hamid hanya tersenyum.

"Jadi siapapun bisa menjadi wali. Asalkan mencontoh akhlak Rasulullah. Salah satu akhlak Rasulullah yang dicontoh oleh Kiai Hamid adalah santun dan penyabar," tutur Gus Mus, sapaannya.

Salah seorang jamaah haul, Eko Saputro, warga Kabupaten Lumajang menuturkan, ia sengaja datang ke Kota Pasuruan karena ingin dapat barokah Kiai A Hamid. Sebagai seorang Wali Allah, ia berharap bisa mencontoh kesantunan Kiai Hamid.

"Semoga lewat barokah beliau, segala yang kita cita-citakan bisa terkabul. Amin," tutur Eko. (riz/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#haul kiai hamid #kiai hamid