GONDANGWETAN, Radar Bromo-Dua bangunan rumah dan tiga toko di Dusun Krajan, Desa Tenggilis, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (30/7) dini hari, terbakar.
Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Dari informasi yang dihimpun, awal mula kebakaran diketahui pertama kali oleh Samhari (55), warga RT 03/ RW 01 Dusun Krajan, Desa Tenggilis, Kecamatan Gondangwetan.
Ia adalah pemilik rumah sekaligus toko parfum yang ikut terbakar.
Diceritakan olehnya, saat itu, sekira jam 00.30 WIB, ia sedang berusaha menidurkan cucunya yang sedang rewel disertai batuk-batuk.
Samhari baru sadar beberapa menit kemudian. Rupanya yang membuat cucunya batuk itu lantaran di dalam rumahnya dipenuhi asap.
Tahu hal itu, Hari yang curiga lalu mengecek seisi rumah. Ia akhirnya tahu kalau asal muasal asap itu dari luar rumah.
Ia pun lantas bergegas keluar. Setelah membuka pintu, betapa terkejutnya Samhari.
Tepat di samping rumahnya, ia melihat nyala kobaran api membakar toko kemasan stereofoam milik tetangganya.
Seketika ia pun panik. Kepanikan itu bertambah saat Samhari beberapa kali mendengar suara semacam letupan keras yang diduga berasal dari trafo listrik yang terbakar.
“Saya langsung lari masuk ke dalam rumah lagi dan menyuruh keluarga keluar semuanya. Alhamdulillah, kami sekeluarga selamat,” terang Samhari terbata-bata.
Samhari lalu meminta tolong warga sekitar. Para tetangga yang berdatangan pun lalu bergotong-royong membantu.
Mereka berupaya menyelamatkan barang-barang yang bisa diselamatkan.
Warga juga berusaha memadamkan api sebisanya. Tapi sayang, api yang makin membesar itu sulit untuk dipadamkan.
Hingga akhirnya semua rumah dan toko yang ada di situ hangus terbakar.
Bangunan yang terbakar terdiri dari toko kemasan streofoam paling barat milik Yudi, rumah dan toko parfum milik Samhari, kios burung milik Udin, tempat usaha jual jamu milik Debi dan satu rumah lagi paling timur milik Hariono.
Dari beberapa bangunnan tersebut, toko milik Yudi dan rumah-toko parfum milik Samhari lah dampaknya paling parah. Bangunan beserta isi di dalamnya ludes terbakar.
“Semua barang-barang dalam rumah saya ludes terbakar. Termasuk semua parfum dagangan dalam toko,” ungkap Hari nada sedih.
Selang beberapa saat kemudian api pun bisa segera dikendalikan. Itu setelah dua unit mobil beserta tim pemadam kebakaran (PMK) Kota Pasuruan tiba di lokasi kejadian.
Sejumlah aparat kepolisian juga tampak membantu melakukan pengamanan.
Polisi juga sempat menutup akses sementara arus lalu-lintas setampat, yakni Winongan-Warungdowo, supaya mempermudah proses pemadaman.
Sementara itu, Kapolsek Keboncandi (Gondangwetan) AKP. Eko Edy S, mengatakan penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan.
“Untuk penyebabnya masih proses lidik. Kami juga sudah memintai keterangan dari beberapa saksi, baik pemilik rumah maupun toko. Habis ini dilakukan olah tkp,” terang Kapolsek Eko Edy saat berada di lokasi kejadian.
Guna mempermudah olah tkp, pihaknya juga telah memasang garis polisi (police line) usai pendinginan. (ube/mie)
Editor : Muhammad Fahmi