Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kumandangkan Azan, Muazin di Bangil Pasuruan Dihajar Tetangganya Pakai Balok Besi

Muhamad Busthomi • Sabtu, 20 Juli 2024 | 15:23 WIB
DIAMANKAN: DK ketika diamankan kepolisian setelah memukuli Pasno, Rabu (17/7).
DIAMANKAN: DK ketika diamankan kepolisian setelah memukuli Pasno, Rabu (17/7).

BANGIL, Radar Bromo- Nahas menimpa seorang muazin musala di Kelurahan Gempeng, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, bernama Pasno, 58. Ketika azan Duhur, mendadak dihajar menggunakan balok besi oleh tetangganya, berinisial DK, 60.

Perbuatan itu dilakukan DK ketika Pasno mengumandangkan azan Duhur di musala lingkungan rumahnya, Perum Permata Asri, Rabu (17/7). Tiba-tiba, DK menghampiri dari belakang dan memukulnya dengan balok besi.

Kejadian ini sontak membuat warga sekitar geger. Mereka berusaha mengamankan DK. Namun, upaya itu tak berhasil. DK justru mengancam menyerang warga lain yang berusaha menenangkannya.

Kapolsek Bangil Kompol Akhmad Sukiyanto membenarkan kejadian yang kemudian terekam kamera dan videonya viral di media sosial. Ia juga mengaku telah mengerahkan anggota untuk menyelidikinya. “Namun, yang bersangkutan ada indikasi sebagai ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa)," kata Sukiyanto.

Karena itu, aksi pemukulan terhadap Pasno tak berlanjut ke ranah pidana. Korban juga enggan memperkarakannya. Ia menyadari bahwa DK tengah depresi. DK diduga depresi karena lama tak berpenghasilan. “Memang tidak dilaporkan. Kami hanya koordinasikan dengan pihak terkait untuk penanganan yang bersangkutan," katanya.

Pekerja Sosial Masyarakat Kecamatan Bangil Syaroni mengaku, sudah mendatangi keluarga DK di Kelurahan Gempeng. Jumat (19/7), DK langsung dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang. Dari hasil observasi, yang bersangkutan mengalami depresi.

Kata Syaroni, DK selama ini menjadi tulang punggung keluarga. Sementara, beberapa waktu terakhir, sudah tak bekerja. “Akhirnya, kami rekomendasikan untuk ditangani di RSJ agar lebih terarah penanganannya,” ujarnya. (tom/rud)

 

Editor : Ronald Fernando
#penganiayaan #muazin #odgj #polisi