PASURUAN, Radar Bromo-Sebanyak lima warga Kota Pasuruan, memilih bekerja di luar negeri dengan menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Tujuan favorit adalah negara Malaysia dan Hongkong.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pasuruan, Mahbub Effendi mengungkapkan, masyarakat yang memilih menjadi TKI, stagnan.
Tiga diantaranya bekerja di Malaysia. Sisanya memilih bekerja di Hongkong.
Pemilihan dua negara itu sebagai tujuan karena memang bebas visa.
Sementara negera lainnya, masih dikenakan biaya visa. Besarannya bergantung dari negara yang akan dituju.
Mereka bekerja informal, mulai dari pengasuh anak hingga pelayan rumah makan. Sebab rata rata, yang mendaftar pendidikan rendah.
Alasannya, karena tergiur dengan penghasilan yang didapat. Mereka berasal dari kalangan kurang mampu.
“Ada juga yang terjerat utang di Kota Pasuruan. Sehingga memilih menjadi TKI. Tak hanya perempuan, karena juga ada yang laki-laki,” bebernya.
Mahbub menyebut, TKI ini bisa bekerja di luar negeri dengan dua cara.
Mencari agen penyalur atau bisa tanya ke Disnaker untuk mengetahui perusahaan penyalur yang memang resmi.
Syarat agar bisa menjadi TKI, adalah berusia kerja mulai 18 tahun hingga 50 tahun.
Bisa berbahasa asing, diutamakan Bahasa Inggris. Bahasa negara asal menjadi nilai tambah bagi yang melamar.
“Sebaiknya memang jika tidak tahu mana yang resmi, tanya dinas. Agar lebih aman dan terpercaya,” jelasnya. (riz/one)
Editor : Ronald Fernando