PASURUAN, Radar Bromo - Tempat Pemakaman Umum (TPU) Purut 3, sudah beroperasi sejak November.
Namun selama delapan bulan, tingkat huniannya masih minim. Baru dihuni oleh empat makam.
Kepala UPT Pemakaman pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pasuruan, Budi Prasetyo mengungkapkan,TPU Purut 3 Kota Pasuruan memiliki kapasitas 2.000 makam.
Namun, saat ini, masih minim penghuni. Baru ada empat makam.
Empat makam ini termasuk makam baru. Seluruhnya, ada di tahun ini. Bahkan dua di antaranya, diisi bulan lalu.
Artinya, tidak setiap bulan ada yang dimakamkan di TPU Purut 3.
Jika dibandingkan TPU lain, jelas sangat minim. TPU Purut 2, misalnya. Dalam setahun terakhir, ada sekitar 120 makam baru.
Atau dalam sebulan, ada sekitar 10 sampai 12 makam di TPU itu.
“Memang masih minim. Hampir setahun, baru ada empat makam. Jauh jika dibandingkan TPU Purut 2 yang berada di sebelah utaranya,” ungkap Budi.
Ia menyebut, kondisi ini bisa jadi karena adanya pemahaman yang keliru di masyarakat.
Sebelum retribusi makam digratiskan, ada rencana TPU Purut 3 akan dipasang tarif sebesar Rp 500 ribu.
Sedangkan TPU Purut 2, hanya Rp 50 ribu. Meski rencana itu akhirnya urung. Lantaran retribusi makam dihapus.
Penyebab lainnya, rata-rata masyarakat Kota Pasuruan, suka memakamkan keluarganya di TPU yang sama.
Apalagi, ada tradisi nyekar di kalangan masyarakat jawa, saat menjelang Ramadan atau setiap hari Jumat.
Sehingga, jika keluarga dimakamkan di TPU yang berbeda, dinilai kurang efisien.
“Namun, kami terus melakukan sosialisasi. Sehingga TPU Purut 3, juga menjadi pilihan. Sebab TPU lain, lambat laun pastinya overload,” jelas Budi. (riz/one)
Editor : Abdul Wahid