BANGIL, Radar Bromo - Maraknya aksi penipuan dengan modus mencatut nama pejabat kembali terjadi.
Kali ini, Penjabat (Pj) Bupati Pasuruan, Andriyanto, menjadi sasaran oknum tak bertanggung jawab yang menggunakan nama dan fotonya untuk melancarkan aksi tipu-tipu melalui pesan WhatsApp.
Modus penipuan ini biasanya dilakukan dengan cara mengirimkan pesan WhatsApp kepada masyarakat, menggunakan nomor yang tidak dikenal.
Pelaku kemudian mengirimkan pesan kepada masyarakat yang berisi file APK, PDF atau tautan yang mengarah ke situs web berbahaya.
“Dipastikan pesan itu bukan dari saya, sehingga kami mengimbau seluruh masyarakat, stakeholder pemerintah untuk berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan pesan WhatsApp yang mengatasnamakan nama saya,” kata Andriyanto.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris menambahkan, aksi penipuan itu memang umum dilakukan dengan mengirim file berupa surat undangan digital.
Di mana file itu terindikasi malware skimming. Artinya, jika korban mengunduh file APK, PDF atau membuka tautan tersebut, malware skimming akan terinstal di perangkat mereka.
“Sehingga masyarakat diimbau supaya tidak mudah percaya terhadap pesan-pesan seperti ini,” jelasnya.
Karena malware itu menjadi salah satu cara pelaku untuk bisa mencuri data pribadi dan keuangan korban, seperti nomor kartu kredit, PIN ATM, dan OTP.
Kasus penipuan dengan modus skimming sendiri semakin marak.
Data kartu ATM yang dicuri bisa-bisa dan digunakan untuk melakukan transaksi oleh pelaku, seperti penarikan tunai dan pembelian online.
Kasus penipuan dengan modus mencatut nama pejabat bukan kali ini saja terjadi.
Sebelumnya, beberapa anggota DPRD Kabupaten Pasuruan juga menjadi korban pencatutan pelaku penipuan. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin