PANGGUNGREJO, Radar Bromo- Ketenangan warga Kelurahan Ngemplakrejo, Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, mendadak berubah, Jumat (10/5) malam. Ini setelah warga digemparkan oleh suara ledakan keras. Diduga bondet.
Ledakan yang diduga berasal dari bom ikan tersebut menyebabkan lima rumah warga sekitar rusak. Tak hanya itu, sejumlah potongan tubuh manusia juga ditemukan di sekitar lokasi kejadian.
Panut, 47, warga lingkungan setempat menceritakan bahwa ledakan itu terjadi sekitar jam 21.00.
Malam itu ia sedang menerima tamu di rumahnya. Saat ia sedang asyik berbincang dengan tamunya itu.
Tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat keras. Saking kerasnya sampai plafon atap kamarnya ambrol. Mereka yang panik ini pun lantas berlairan keluar menyelamatkan diri.
“Ledakannya satu kali. Tapi keras sekali. Rumah saya kayak mau runtuh rasanya. Atap kamar ambrol. Bahkan tamu saya sampai kejatuhan sangkar burung yang ada di atas. Kami pun langsung menyelamatkan diri keluar,” terang Panut saat ditemui di rumahnya saat malam kejadian.
Panut merupakan tetangga Ahmad alias Mat Cung. Rumah mereka jaraknya berdekatan. Sekitar sepuluh meteran sebelah selatan.
Ledakan tersebut rupanya tak hanya mengagetkan warga RT tempat tinggal Panut saja.
Tapi juga RT lainnya. M. Taufik, 41, kepala RT 01 RW 09 yang juga satu lingkungan merasakan hal sama.
Sesaat sebelum kejadian, ia tengah duduk-duduk di teras rumah bersama tetangga lainnya. Sontak saja mereka langsung bubar saat ada suara ledakan. Setelah tahu kabar asal seumber ledakan, mereka pun akhirnya bergegas menuju lokasi kejadian.
“Saya beda RT. Tapi suara ledakan itu suaranya keras sekali. Getarannya sampai terasa dari rumah. Padahal jaraknya dari sini (TKP, red) ke rumah saya hampir 100 meteran,” terang Taufik saat ditemui di lokasi kejadian.
Informasi yang didapat Jawa Pos Radar Bromo ledakan dahsyat itu bersumber dari salah satu rumah warga yang ada di RT 06 RW 09 Lingkungan Tegalpongo, Kelurahan Ngemplak.
Diketahui pemiliknya bernama Rahmad, 45, seorang pria yang hari-harinya bekerja sebagai nelayan.
Dari luar rumah yang masih baru selesai dibangun itu tampak serpihan-serpihan bangunan berserakan.
Tembok belakang rumah berbahan batako itu tampak jebol. Dan yang mengejutkan lagi, beberapa potongan tubuh manusia juga ditemukan bercecer di area depan samping rumah.
Tak hanya rumah Rahmad yang rusak. Rumah-rumah tetangga sekitar juga terkena imbasnya. Ada setidaknya empat rumah lainnya rusak akibat ledakan.
Hingga tengah malam pasca kejadian ledakan, penyebab maupun korban ledakan masih belum bisa dipastikan. Polisi yang turun ke tempat kejadian perkara (TKP) langsung mengamankan lokasi dari jangkauan warga sekitar yang saat itu ramai berdatangan.
Yakni, dengan memasang police line demi keamanan dan kemudahan penyelidikan.
Selang sejam kemudian, Tim Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur datang ke lokasi kejadian.
Tim langsung melakukan penyisiran di sejumlah titik di area lokasi ledakan. Mereka dibantu oleh Tim Inafis dari Polresta Pasuruan.
Beberapa kali tim gabungan ini mengambil sesuatu yang kemudian dimasukkan ke dalam kantung jenazah yang sudah disiapkan. Tim Gegana bahkan menginap di Pasuruan.
Penyelidikan ini pun berlangsung hingga dini hari. Di luar police line tampak warga berkerumun menyaksikan olah tkp yang digelar petugas kepolisian.
Terlihat pula Wakil Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo beserta rombongan berkordinasi dengan pejabat kepolisian guna proses penanganan.
Kapolresta Pasuruan AKBP Makung Ismoyo Jati saat dimintai keterangan menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih mencari sejumlah keterangan dari para saksi untuk mengetahui kronologis kejadian secara detail nantinya.
Terkait korban pihaknya juga masih belum bisa memberikan keterangan berapa jumlahnya.
Sebab, olah TKP masih akan dilanjutkan pada Sabtu (11/5) pagi. Namun, dari hasil sementara ditemukan beberapa potongan tubuh manusia di lokasi kejadian. (ube/fun)
Editor : Fandi Armanto