Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Setelah Insiden KA Pandalungan Tabrak Kijang, Kini Pengendara yang Melintas di JPL 146 Makin Hati-hati

Fuad Alyzen • Kamis, 9 Mei 2024 | 13:45 WIB

 

HATI-HATI: Kendaraan yang melintas di perlintasan JPL 146 di Patuguran, Rejoso. Rabu (8/5).
HATI-HATI: Kendaraan yang melintas di perlintasan JPL 146 di Patuguran, Rejoso. Rabu (8/5).

REJOSO, Radar Bromo - Sehari setelah insiden tabrakan KA Pandalungan dan Kijang LGX, perlintasan JPL 146 masih tetap dilintasi pengendara. Bedanya, pengendara lebih hati-hati.

Hingga Rabu (8/5) penjaga di JPL 146 Dusun Panjen, Desa Patuguran, Kecamatan Rejoso tersebut sama, yaitu Muhammad Anton Wijaya 31. Dia ditemani saudara sepupunya untuk membantu, Ali Mashudi 40 warga RT 4/RW 4, Dusun Palembon, Desa Rejoso Lor, Kecamatan Rejoso.

“Biasanya yang jaga saya. Sekarang ditemani sejumlah warga. Termasuk saudara saya,” ujar Anton Wijaya warga RT 1/RW 1, Dusun Panjen, Desa Patuguran, Kecamatan Rejoso.

Anton bercerita, dirinya sudah bertahun-tahun menjadi sukarelawan, membantu melancarkan perlintasan sebidang yang sekarang menjadi nama JPL 146. Meski tanpa digaji, dirinya rela waktu kesehariannya habis berada di lokasi perlintasan sebidang ini.

MELINTAS LAGI: Masinis KA Pandalungan pamit ke warga setelah insiden tabrakan di JPL 146, Selasa (7/5).
MELINTAS LAGI: Masinis KA Pandalungan pamit ke warga setelah insiden tabrakan di JPL 146, Selasa (7/5).

Walaupun juga saat peristiwa terjadi, dirinya juga menjadi bagiannya. Itu tidak membuatnya jera. Ia hanya menginginkan keselamatan pada pengendara di perlintasan KA di desanya ini tak lagi memakan korban.

“Bukan karena apa. Di desa saya ini supaya tidak ada kecelakaan lagi, dan hanya keselamatan yang paling penting,” katanya.

Anton mengaku, memang hanyak orang menilai di JPL 146 ini membahayakan. Sebab dari arah timur terdapat tikungan, yang terhalang oleh pepohonan. “Kadang tidak kelihatan mas. Tiba-tiba berada dijarak 100 meter,” ujarnya.

Seharusnya pohon-pohon itu ditebang oleh petugas. Agar saat KA melintas dari arah timur, pengendara bisa mengetahui. “Penerangan pun di malam hari minim. Semoga sama-sama diberikan keselamatan,” ujarnya.

Sukarelawan JPL 146 lainnya Ali Mashudi 40 menambahkan, memang kondisinya membahayakan. Faktornya lantaran banyaknya penghalang bagi pengendara.

Dari arah timur misalkan, kondisinya penuh dengan pepohonan. Pengendara yang dari selatan akan terhalang oleh itu. Pengendara dari utara terhalang bangunan pos JPL ini.

“Mungkin jika palang pintu ini difungsikan akan lebih mudah mengatur pengendara,” ujarnya.

Sedangkan dari Barat, pengendara dari selatan juga sama. Kadang terhalang oleh papan dan rambu di JPL ini. Begitu juga dari arah utara. Kondisinya pun sama. Terkadang jika ada penghalang seperti banner oleh sukarelawan disingkirkan. “Namun izin dulu ke Kades, dengan alasan begitu. Di JPL 144 pun juga sama,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan Eka Wara Brehaspati mengatakan, untuk operasional palang pintu memang butuh waktu. “Masih proses mas. Bulan ini akan mulai dioperasikan,” ujarnya.

Humas Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur DJKA Alfaviega Septian Pravangasta mengatakan, pada intinya, pihaknya mengimbau untuk selalu berhati-hati di perlintasan sebidang. “Baik yang terjaga lebih-lebih yang gak terjaga,” ujarnya.

Setelah tragedi KA Pandalungan dan Kijang LGX, kondisi sarana KA di lokasi mengalami kerusakan pada pipa plug kran U1 patah namun sudah diganti. Selain itu pada crow hanger U1 retak, dan telah diganti pula.

Selain itu selang air brake U1 juga rusak, tindak lanjut ganti selang air brake. Namun secara kondisi, KA Pandalungan bernomor lokomotif CC 2030107 SO sudah siap operasi. “Sudah diperbaiki demi kelancaran sarana transportasi KA,” katanya. (zen/fun)

Editor : Jawanto Arifin
#kai #kecelakaan kereta api #ponpes sidogiri #rejoso #KA Pandalungan #kijang lgx #sidogiri #daop 9 jember