Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Perlintasan KA Lokasi Tabrakan Kijang Rombongan Bu Nyai Sidogiri v KA Pandalungan Sudah Dipasang Palang, Belum Berfungsi

Mokhamad Zubaidillah • Selasa, 7 Mei 2024 | 20:05 WIB

 

 

BELUM DIFUNGSIKAN: JPL 146 yang sudah berdiri, namun sejauh ini belum difungsikan. Di perlintasan ini, Kijang rombongan Bu Nyai tertabrak KA Pandalungan. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
BELUM DIFUNGSIKAN: JPL 146 yang sudah berdiri, namun sejauh ini belum difungsikan. Di perlintasan ini, Kijang rombongan Bu Nyai tertabrak KA Pandalungan. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

REJOSO, Radar Bromo-Lokasi kecelakaan maut Kijang LGX rombongan Bu Nyai Sidogiri yang tertabrak Kereta Api (KA) Pandalungan, merupakan salah satu titik rawan kecelakaan.

Lokasinya di perlintasan KA Dusun Panjen, Desa Pateguran, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.

Lantaran kerap terjadi kecelakaan, pemerintah pun telah membangun pos dan palang di perlintasan KA itu.

Di pos itu juga sudah diberi nama, perlintasan KA JPL 146. Serta sudah dilengkapi palang pintu.

Namun, sejauh ini pos JPL 146 itu belum difungsikan. Palang juga belum bisa menutup saat ada kereta api melintas.

Walhasil, selama ini di perlintasan KA itu masih dijaga sukarelawan yang stanby di lokasi.

Sukarelawan itu menempati pos lama. Bukan bangunan pos baru yang sudah berdiri gagah.

“Perlintasan itu sebenarnya sudah terpasang palang, cuma belum dioperasikan,” ujar Kompol Andri, Waka Polres Pasuruan Kota.

Diketahui, keluarga besar Pondok Pesantren Sidogiri berduka. Mobil yang ditumpangi rombongan majelis Sidogiri tertabrak KA Pandalungan di perlintasan Dusun Panjeng, Desa Pateguran, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.

Empat orang meninggal dalam kecelakaan maut itu. Tiga meninggal di lokasi kejadian, satu meninggal di rumah sakit.

Empat korban meninggal itu yakni Hj Munjiyah binti KH Noerhasan bin Nawawie dari ponpes Sidogiri, Ning Maslahah binti Tohir (Sidogiri), Ning Aidah binti Mahfud (Gayam) dan Ning Alwiyah binti Ali (Kepuh, Kejayan).

Kecelakaan maut itu terjadi Selasa pagi (7/5). Sekitar pukul 08.41, rombongan majelis yang naik mobil Kijang LGX N 1475 WU melaju dari arah selatan hendak ke arah utara.

Saat sampai di perlintasan KA, mobil terus melaju. Seorang relawan bernama Abdullah yang berjaga di perlintasan, saat itu sudah mengingatkan untuk mobil berhenti.

Namun, entah kenapa, mobil terus melaju. Padahal, pada saat bersamaan melaju KA Pandalungan dari arah Jakarta hendak ke Jember.

Tabrakan pun tak bisa dihindari. Mobil Kijang sempat terseret sekitar 200 meteran.

Saat ini, jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka. Sementara mobil sudah ditepikan dari atas rel KA.

Petugas dari Dirlantas Polda Jatim saat ini masih di lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. (ube/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#kai #kiai nawawi #pasuruan #Bu Nyai #ponpes sidogiri #rejoso #KA Pandalungan #kijang lgx #sidogiri #kecelakaan maut