PANGGUNGREJO, Radar Bromo - Angka perputaran uang di pasar tradisional di Kota Pasuruan tak bisa diremehkan. Di tahun 2023 saja, angka perputaran uang di empat pasar tradisional angkanya mencapai Rp 231 miliar. Angka itu terinput dari 350 pedagang pada empat pasar.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Heri Dwi Jatmiko mengatakan, penjualan para pedagang selama tahun 2023 di empat pasar tradisional terbilang besar. Apalagi aktivitas di empat pasar tersebut, selalu ramai setiap harinya.
Empat pasar itu terdiri dari Pasar Besar, Kebonagung, Karangketug dan Gadingrejo. Perharinya didata hasil dagangannya. “Misalkan laku berapa, nanti masuk dalam rekapan. Adapun yang kami data perharinya. Di setiap pasar sebanyak 87 pedagang,” beber Heri.
Perbulannya saja, kata Hery, transaksi di empat pasar tradisional mencapai puluhan miliar. Bahkan pernah tertinggi alam satu bulan mencapai Rp Rp 57 M.
Transaksi itu tentu saja berasal dari pedagang. Mulai pedagang bawang, cabai, daging ayam dan sapi, beras, telur dan ratusan pedagang lainnya.
Kata Heri, angka transaksi tiap bulan nominalnya tidak monoton alias bervariasi. Bergantung harga komoditi yang sedang berlangsung saat itu. Sebab harga ikut mempengaruhi transaksi. Misalnya ketika sayuran, daging dan lainnya alami naik turun, maka penjualan pedagang juga fluktuatif.
Penjualan pedagang juga melihat momen. Misalnya saja ketika memasuki ramadan dan lebaran atau hari besar lainnya. Maka penjualan pedagang juga terkatrol.
“Kami menginput data dari hasil penjualan pedagang. Perharinya laku berapa, kami rekap,” ujarnya. (zen/fun)
Editor : Abdul Wahid