BANGIL, Radar Bromo - Anggaran perbaikan pasar desa di Kabupaten Pasuruan tahun ini, merosot.
Hal ini pun berdampak terhadap jumlah perbaikan pasar desa yang akan dilakukan.
Tahun 2023 lalu, ada sebanyak 26 pasar desa, di 13 kecamatan yang mendapat sokongan anggaran.
Dana yang dikeluarkan, mencapai Rp 4,35 miliar. Namun, tahun 2024 ini, hanya tiga desa. Total anggaran rehab pasar desa tersebut, hanya Rp 475 juta.
“BKK untuk rehab pasar desa tahun ini tetap ada. Namun, penerimanya hanya tiga desa saja,” jelas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Pasuruan Ridho Nugroho.
Ridho menguraikan, penyusutan itu dipengaruhi, salah satunya agenda pesta demokrasi yang akan digelar tahun ini.
Selain Pemilu 2024, juga ada rencana Pilbup yang akan dilangsungkan menjelang akhir tahun 2024.
Hal ini, berimbas pada kebutuhan anggaran untuk kesuksesan penyelenggaraan pesta rakyat tersebut. Terutama untuk Pilkada, yang penganggarannya dari APBD.
Ia menambahkan, tiga desa yang bakal mendapatkan support anggaran untuk rehab pasar desa, yakni Desa Sumbersuko dan Kejapanan, Kecamatan Gempol, serta Desa Oro-oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang.
“Pengajuannya ada yang dari SIPD, juga adapula dari pokir dewan,” imbuhnya.
Adapun rencana pencairannya, setelah sejumlah tahapan dipenuhi.
Mulai proposal, evaluasi, koreksi. Termasuk peninjauan lapangan.
“Setelah semuanya sudah clear, baru dilakukan pencairan,” tuturnya. (zal/one)
Editor : Abdul Wahid