PASURUAN, Radar Bromo - Penyewa kios Stadion Untung Suropati (Unsur) Kota Pasuruan, tengah resah.
Omzet mereka turun. Banyaknya pedagang kopi keliling, disebut-sebut berdampak pada pengunjung kios.
Ketua Paguyuban Pedagang Kios Stadion Unsur, Wahyu Hidayat mememandang, perlu ada penindakan dari pemkot terkait keberadaan pedagang kopi keliling. Jumlah mereka kian menjamur.
Mereka biasanya mangkal di bahu jalan menggunakan motor atau mobil.
Paling banyak di sepanjang jalan Pahlawan dan jalan Wahidin. Lokasinya di sisi utara dan selatan stadion setempat.
Mereka memanfaatkan trotoar sebagai tempat bagi masyarakat yang ingin ngopi. Padahal, fungsinya adalah pedestrian.
Tentunya, jika terjadi pembiaran, maka bisa berdampak pada penyewa kios.
Sebab, dirinya harus membayar uang sewa, sementara pedagang kopi keliling, tentu bisa meraup untung lebih besar, karena tidak harus membayar sewa.
“Kami minta ada tindakan tegas. Kalau tidak kami yang rugi. Kami jualan di tempat resmi dan membayar, mereka manfaatkan trotoar,” jelas Wahyu.
Kabid Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Satpol PP Kota Pasuruan, Anwar Kholik mengungkapkan, jelas yang dilakukan pedagang kopi keliling itu melanggar.
Sebab, fungsi trotoar bukan untuk tempat berjualan.
Pihaknya rutin melakukan penghalauan setiap malam. Namun, diakuinya, masih banyak pedagagang yang berjualan.
Seringkali, mereka kembali usai sempat diberikan teguran.
“Kami kesulitan karena jumlah personil terbatas. Tentu, kami sudah menyiapkan peraturan baru untuk penindakan tegas,” tutur Anwar. (riz/one)
Editor : Abdul Wahid