PASURUAN, Radar Bromo - Tradisi gugah sahur ketika Ramadan, masih bertahan di masyarakat. Ada yang bertahan menggunakan alat-alat tabuh, ada juga yang mengemasnya lebih modern. Seperti menggunakan mini sound system.
Seperti dilakukan sejumlah remaja dan pemuda di Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Minggu (17/3) dini hari. Mereka berkeliling kampung melakukan gugah sahur di empat RT di Kelurahan Purutrejo.
Koordinator kegiatan, Ajad, 34, mengungkapkan, kegiatan gugah sahur ini diawali dengan persiapan sekitar pukul 01.00. Mulai dari mengumpulkan alat hingga mengecek sound. Sekitar pukul 02.00, mulai berkeliling kampung.
“Dilakukan sampai bahan bakar minyak (BBM) untuk genset habis. Musik yang digunakan dipilih yang bernuasa religi,” ujarnya.
Salah seorang anggotanya, Deni mengatakan, dulu pihaknya menggunakan alat-alat tabuh. Seperti kentongan hingga drum band. Kini diganti sound system. Selain praktis dan mudah dibawa, juga tidak berat saat dibawa keliling kampung.
“Kalau sound system tinggal didorong menggunakan mini trol buatan sendiri. Musiknya memilih yang terdengar santun, sehingga tidak sampai mengganggu orang lain,” katanya.
Sejumlah pemuda di Dusun Blawi, Desa Masangan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, juga melakukannya. Bedanya, mereka masih menggunakan peralatan tradisional dan modern. Drum band plus orgen.
Sama, mereka juga keliling kampung. Mereka mulai mempersiapkan diri sejak pukul 01.00 dan mengakhiri kegiatannya pukul 03.00. Sejumlah pemuda ini mengambil titik start dan finis di Masjid Al Hidayah Dusun Blawi.
“Keliling satu dusun. Ramai-ramainya peserta gugah sahur itu, ketika liburan sekolah masa Ramadan,” ujar koordinator drum band patrol Dusun Blawi, Lutfi, 23.
Terpisah, Kabag Kesra Pemkot Pasuruan Sholehuddin mengatakan, pada dasarnya, Pemkot mengimbau agar masyarakat bisa menjaga ketertiban selama Ramadan, sehingga tidak sampai mengganggu orang lain.
Terkait kegiatan gugah sahur, Pemkot menyerahkan kepada pihak RT/RW masing-masing. Agar kegiatan selama Ramadan bisa berjalan baik dan masyarakat dapat menunaikan ibadah dengan khusyuk.
“Pemkot sudah menyampaikan edaran menjaga ketertiban melalui kecamatan yang diteruskan ke kelurahan, sehingga pihak RT/RW bisa ikut menjaga suasana aman selama Ramadan,” ujarnya. (riz/ube/rud)
Editor : Ronald Fernando