PASURUAN, Radar Bromo - Sebelum pemilu digelar, Bawaslu Kabupaten Pasuruan menemukan beragam temuan.
Di antaranya ada aksi dukung-mendukung kepala desa dalam pemilu 2024. Bahkan para pihak yang mestinya netral itu terang-terangan memberikan dukungan politik.
Beberapa temuan itu dari hasil patroli siber yang dilakukan. Terutama dugaan pelanggaran yang dilakukan sejumlah kades di Kecamatan Wonorejo dan Kraton.
“Para kades di dua wilayah tersebut getol mendukung capres nomor urut 02,” kata Arie Yoenianto, Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan.
Pada di grup whatsapp Pager Wojo misalnya, ditemukan postingan Kades Kluwut, Jatigunting, Karangsono, di Kecamatan Wonorejo, yang memberikan dukungan Capres nomor urut 02.
“Saya tidak tahu,” kata Yudi, Kades Jatigunting saat dikonfirmasi kemarin (13/4).
“Kami juga menemukan kades bersama perangkat Desa Asem Kandang Kecamatan Kraton menggunakan kaos bergambar pasangan capres. Foto ini beredar di WA grup,” kata Arie.
Setali tiga uang, hal yang sama juga dilakukan Kades Karangsono, Kecamatan Sukorejo Moch Alim.
Alim yang juga Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Pasuruan itu memberikan dukungan kepada caleg DPR RI PKB, Irsyad Yusuf dengan foto simbol 4 jari.
Menurut Arie, pihaknya memerintahkan Panwascam untuk mendalami informasi tersebut.
Tindakan kades yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta pemilu, kata dia, merupakam pelanggaran tindak pidana. Dengan ancaman pidana penjara 1 tahun dan denda paling banyak Rp 12 juta.
Sementara itu, Ketua AKD Kabupaten Pasuruan M. Alim memastikan bahwa sejauh ini tidak ada intervensi untuk mengarahkan dukungan ke pasangan capres tertentu.
Kalaupun ada foto kades dengan atribut peserta pemilu, kata dia, merupakan sikap personal. Tidak mewakili kelembagaan AKD.
“Tidak ada arahan apapun kalau untuk capres. Saya juga baru mendengar sekarang,” ujarnya.
Kendati begitu, Alim mengakui beredarnya poster bergambar dirinya yang mendukung Irsyad Yusuf sebagai caleg DPR RI.
Namun Alim menepis jika pihaknya yang membuat poster itu. Foto dirinya dengan menunjukkan empat jari diambil saat berada di Telaga Sarangan.
“Saya bersama keluarga, kebetulan diminta foto oleh orang dekatnya Gus Irsyad,” ungkap dia.
Alim sendiri mengaku kaget setelah tahu foto tersebut beredar dalam bentuk poster. Termasuk adanya kalimat ajakan untuk mencoblos Irsyad Yusuf yang tidak lain mantan Bupati Pasuruan.
“Kalimat ajakan itu bukan dari saya. Cuma disampaikan ‘kalau dulu jargonnya maslahat, sekarang nomor papat’. Spontan saja saya bilang ‘cocok’, begitu,” katanya.
Meski begitu dirinya siap menerima konsekuensi bila harus berurusan dengan Bawaslu. “Bisa dicek masyarakat saya, bahkan perangkat desa saya juga tidak pernah saya arahkan harus milih siapa,” tandasnya. (tom/fun)
Editor : Jawanto Arifin