BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Debit air sungai Petung yang meningkat juga membuat beberapa titik kebanjiran di Kota Pasuruan.
Air sungai Petung meluap dan menggenangi jembatan Buk Wedi dan jalan Pantura di Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan.
Jalan sekitar 1 kilometer pun tergenang air dari luapan sungai Petung, Selasa (6/2) malam.
Petugas BPBD Kota Pasuruan pun siaga dan turun ke lapangan, Selasa (6/2) sekitar pukul 20.42. Sebab, sungai Petung di Buk Wedi dipenuhi sampah.
Petugas sampai harus mengangkat sampah agar arus sungai lancar. Namun, debit air terlalu tinggi sampai 450 sentimeter. Mencapai jembatan.
Personel Bidang Kedaruratan dan Logistik di BPBD Kota Pasuruan Anang Sururin mengatakan, air meluap lantaran debit air sungai naik. Ditambah sampah yang menumpuk di area jembatan.
“Ketinggian air mencapai jembatan. Material sampah juga banyak sekali di sekitar jembatan. Terhenti di sana,” katanya.
Petugas Satlantas Polresta Pasuruan yang bersiaga langsung mengatur kendaraan yang melintas.
Sebab, air mulai meluber ke jalan. Membawa material lumpur yang licin.
Beruntung, sekitar pukul 22.00 debit air sungai Petung mulai menurun. Namun, menyisakan lumpur yang membahayakan pengendara.
Petugas pun langsung membersihkan jalan. Menyemprot lumpur dengan sejumlah unit mobil damkar. Sehingga, jalan tidak licin dan bisa dilintasi dengan aman.
“Kalau tidak dibersihkan licin. Jadi harus disiram,” tandasnya.
Sekitar pukul 23.00, jalan pantura bisa dilintasi lagi. Arus lalulintas kembali normal. Namun di bahu jalan masih terdapat lumpur.
Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, hingga Rabu (7/2) pukul 09.00, bahu Jalan Ir Juanda, Kelurahan Blandongan dan Kepel masih dibersihkan oleh petugas Dinas PUPR Kota Pasuruan.
Saat itu lumpur masih terlihat tebal di jalanan. Sehingga, petugas masih melaukanpembersihan di titik itu. (zen/hn)
Editor : Achmad Syaifudin