PURWODADI, Radar Bromo - Setelah sempat tertunda, truk tronton tangki semen tanpa muatan yang kecelakaan di Dusun Ngaglik, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasrruan, akhirnya dievakuasi.
Proses evakuasi tak mudah, lantaran petugas harus mendatangkan forklift untuk memindahkan truk nopol H 1803 F tersebut.
Proses evakuasi tronton tangki semen tersebut, awalnya direncanakan pakai crane.
Namun, akhirnya urung. Pantauan Radar Bromo di lapangan, pihak Satlantas mendatangkan satu alat forklift berukuran besar.
Juga satu unit truk derek dari PT. Jasamarga Pandaan Malang.
“Pakai forklift ternyata mampu, serta dibantu derek. Sehingga tidak perlu pakai crane,” beber Kanit Gakum Satlantas Polres Pasuruan IPTU Ahmad Khunaefi.
Evakuasi dilakukan Senin (5/2). Sekitar satu jam lamanya, proses evakuasi berlangsung.
Mulai pukul 08.30 – 09.30 pagi. Selama proses evakuasi berlangsung, petugas di lapangan tidak melakukan pengaturan arus lalinnya berupa contraflow.
Sebaliknya, hanya buka tutup saja untuk kendaraan dari arah Malang ke Surabaya.
“Sifatnya sebentar. Sehingga, tak sampai menimbulkan kemacetan panjang. Selanjutnya, tronton tangki tersebut diamankan, di tempat penyimpanan barang bukti Poslantas Purwosari,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, tronton yang dikemudikan Yono, 36, asal Desa Blumbang, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, mengalami kecelakaan.
Truk tangki tronton tersebut, lepas kendali saat berada di turunan Malang-Surabaya, Dusun Ngaglik, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi.
Kejadiannya berlangsung Sabtu (3/2) petang. Tak hanya menyeruduk took dan tembok rumah serta rombong warga.
Tetapi juga, menyebabkan empat orang mengalami luka. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin