PURWOREJO, Radar Bromo - Tingkat kemiskinan di Kota Pasuruan mengalami kenaikan. Namun, Pemkot Pasuruan mengklaim, tingkatannya masih lebih rendah jika dibandingkan Provinsi Jatim ataupun nasional.
Kepala Bappelitbangda Kota Pasuruan Siti Rohana mengungkapkan, tingkat kemiskinan tahun 2023 naik sebesar 0,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Padahal, pada 2021, tingkat kemiskinan di Kota Pasuruan sempat turun hingga 6,88 persen.
Kenaikan tingkat kemiskinan ini, disebabkan perekonomian belum pulih 100 persen pascapandemi Covid-19.
Beberapa masyarakat masih terdampak dengan lesunya usaha hingga pemutusan hubungan kerja (PHK). “Ada kenaikan tingkat kemiskinan di Kota Pasuruan,” ungkapnya.
Meski begitu, tingkat kemiskinan di Kota Pasuruan lebih rendah jika dibandingkan tingkat kemiskinan secara nasional maupun provinsi.
Tingkat kemiskinan secara nasional, mencapai 9,36 persen. Sementara kemiskinan Provinsi Jatim mencapai 10,35 persen.
"Sedangkan di Kota Pasuruan, tingkat kemiskinan yang terjadi, tercatat sekitar 6,60 persen,” ulasnya.
Ia merincikan, pada 2022, jumlah penduduk miskin di Kota Pasuruan sebanyak 13.020 jiwa. Sementara, pada 2023, mencapai 13.566 jiwa.
Rohana menjelaskan, upaya pengentasan kemiskinan dilakukan secara beriringan oleh pemerintah pusat, Pemprov Jatim dan Pemkot Pasuruan.
Mulai dari meningkatkan daya beli, peningkatan penghasilan, hingga pengentasan kawasan miskin.
Mulai pemberian bantuan sosial, perbaikan RTLH, hingga pelatihan keterampilan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pasuruan Kokoh Arie menyebut, tidak mudah mengentaskan kemiskinan.
Sering kali ditemukan di lapangan, ada masyarakat yang sebenarnya mampu, ternyata mereka masih meminta agar dapat bantuan.
"Penduduk miskin yang masuk dalam keluarga penerima manfaat, mereka dapat bantuan Rp 200 ribu per bulan," tutur Kokoh. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin