PANGGUNGREJO, Radar Bromo-Anak jalanan alias anak punk di Pasuruan bikin ulah. Mereka melempari truk gandeng dengan batu hingga kaca depan truk pecah. Buntutnya sejumlah anak punk berhasil ditangkap dan sempat dimassa warga.
Aksi itu terjadi Rabu sore (31/1). Awalnya, sejumlah anak punk itu hendak gandol truk gandeng di Bangil.
Mereka lantas melempari batu ke truk gandeng yang disopiri Arja, 32 asal Probolinggo.
Mendapati truknya dilempari batu, Arja tak tinggal diam. Ia mengejar pikap yang digandoli para anak punk itu hingga Kota Pasuruan.
Sampai di Jalan Veteran, Kelurahan Kandangsapi, Kecamatan Panggungrejo, anak punk yang berjumlah sembilan itu turun dari pikap.
Saat turun, lagi-lagi mereka melempari truk dengan batu. Sampai tiga kali. Lemparan itu mengenai kaca depan truk gandeng tersebut.
Akibatnya, kaca depan truk Nopol D 9354 YV itu pecah. Arja dan kernetnya pun tambah geram.
Mereka lantas memarkir truknya di tepi Jalan Veteran. Lalu mengambil kunci inggris dan mengejar sembilan remaja itu.
Kejar-kejaran terjadi. Kesembilan remaja itu lari ke Jalan Anjasmoro, Kelurahan Kandangsapi.
Tiga anak punk lantas masuk ke Gang Anjasmoro 1. Sementara enam anak yang lain lari terus ke utara hingga ke Jalan Cemara. Masuk Kelurahan Bugul Lor, Panggungrejo.
“Saya melihat kejadiannya. Tiba-tiba anak punk itu melempar batu dan kabur,” ujar Roni, 39, warga Jalan Anjasmoro.
Arja sendiri mengejar masuk ke Gang Anjasmoro 1. Di situ, dia berhasil mengamankan satu remaja.
Warga sekitar yang melihat kejar-kejaran itu, tanpa dikomando membantu Arja. Mereka mengejar dua remaja yang lain.
Sekitar 50 meter kemudian, dua remaja lainnya ditangkap warga. Tepat di dekat Musala Nurul Madjid. Warga yang geram bahkan sempat memukuli mereka.
“Salah satu anak punk yang tertangkap itu namanya Yuda asal Wonorejo. Usia sekitar 20 tahunan,” kata saksi lainnya.
Arja pun menjelaskan awal mula kejar-kejaran itu. Menurutnya, sekitar sembilan anak punk tiba-tiba menghentikan sebuah pikap hitam di tengah jalan di wilayah Bangil. Mereka hendak menggandolnya. Pikap pun berhenti mendadak.
Arja yang melaju tepat di belakang pikap pun kaget karena kendaraan di depannya tiba-tiba berhenti. Apalagi, kondisi lalu lintas sedang padat saat itu.
Dia tidak sempat mengerem. Sebab, jarak dengan pikap sangat dekat. Arja lantas banting setir ke kanan untuk menghindari kecelakaan.
Arah banting setir itu tepat mengarah ke sembilan anak punk tersebut. Mereka pun mengira Arja hendak menabrak mereka. Dan saat itu juga, para anak punk itu melempari batu ke arah truk gandeng Arja.
“Padahal, saya tidak menabrak. Saya menghindari pikap yang berhenti mendadak di depan saya. Malah truk saya dilempari batu. Saya kejar sampai ke sini (Kandangsapi, Red),” ujarnya pada Jawa Pos Radar Bromo.
Sementara itu, tiga anak punk yang tertangkap itu lantas diserahkan ke petugas kepolisian.
Mereka sempat digelandang hingga ke depan SMKN 1 Kota Pasuruan. Sehingga, sempat menjadi tontonan para pelajar yang sedang pulang.
Ketiga anak punk itu lantas dibawa ke Mapolresta Pasuruan. Begitu juga sopir dan kernetnya. Mereka semua diperiksa di Mapolresta.
“Mereka akan diperiksa dulu di Polres Pasuruan Kota,” ujar Kanitreskrim Polsek Bugul Kidul Aipda Murtado.
Menurutnya, apa yang dilakukan para anak punk tersebut membahayakan. Sebab, mencegat kendaraan di tengah jalan secara mendadak. Juga merusak kendaraan lain dengan melempari batu. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi