Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pastikan Kelayakan Museum Mini, Gus Ipul: Dibuat Jadi Pasuruan Banget

Muhamad Busthomi • Minggu, 24 Desember 2023 | 20:25 WIB
TINJAU: Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf meninjau menara air yang akan digunakan menjadi museum mini.
TINJAU: Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf meninjau menara air yang akan digunakan menjadi museum mini.

PANGGUNGREJO, Radar Bromo - Watertoren atau menara air di kawasan Alun-alun Kota Pasuruan mulai menampakkan wajah barunya.

Dibalut dengan warna putih, semua sisi luarnya dilengkapi dengan lampu proyektor. Pemkot Pasuruan tengah menyiapkannya sebagai museum mini.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf memastikan sentuhan yang dilakukan terhadap bangunan berumur lebih dari seabad itu tak sia-sia.

Tidak ada lagi kesan kusam dan tak terawat. Revitalisasi justru semakin menonjolkan sisi ikonik obyek cagar budaya tersebut.

”Kami lagi matangkan terus untuk menyiapkan bangunan ini jadi museum mini,” kata Gus Ipul -sapaan Saifullah, Jumat (22/12) sore.

Ia memantau langsung pekerjaan revitalisasi yang sudah memasuki tahapan akhir. Sebagian lampu proyektor sudah terpasang.

Pekan ini, pemasangan lampu pada seluruh bagian ditargetkan bisa selesai.

”Jadi kalau malam kesannya seolah bangunan ini hidup,” kata Gus Ipul.

Tak hanya memanfaatkan peninggalan kolonial sebagai spot penunjang kawasan wisata religi.

Gus Ipul juga menginginkan menara ’petledeng’ itu nantinya menjadi museum mini. Karena itu, dia juga melihat ruangan bawah menara yang dulunya dijadikan rumah mesin pompa.

Meski ruangannya benar-benar mini, Gus Ipul memastikan kelayakannya bagi pengunjung.

Aksesnya melewati beberapa anak tangga yang menurun ke bawah. Di dalam ruangan, juga terdapat beberapa jendela yang menjadi ventilasi udara.

”Semua dipertahankan keasliannya karena memang cagar budaya. Disini nanti ditampilkan sejarah Kota Pasuruan melalui parade foto-foto lama yang lengkap dengan narasinya,” bebernya.

Apalagi menara air itu juga berada di kompleks Tourism Information Center (TIC). Sehingga akan saling melengkapi kebutuhan pengunjung yang penasaran dengan Kota Pasuruan.

Terutama pengunjung yang berasal dari luar kota bisa lebih mengenal perjalanan kota ’Madinah van Java’ di masa lampau.

Termasuk perkembangannya hingga saat ini. Berbagai potensi kota juga akan ditampilkan dalam museum mini tersebut.

”Ada sentuhan mebelnya, ada logamnya. Pokoknya kami minta ini Pasuruan banget lah,” ungkap Gus Ipul. (tom/fun)

Editor : Jawanto Arifin
#alun-alun pasuruan #Menara Air #pemkot pasuruan