KRATON, Radar Bromo - Alat pengukur kecepatan kendaraan yang terletak di Jalan raya Pantura Pasuruan tepatnya di Bendungan-Kraton, roboh usai disasak dump truck, Rabu (6/11) pagi.
Meski tak menimbulkan korban jiwa, tiang besi penyangga berukuran besar pada alat tersebut menimpa teras depan rumah warga.
H Soleh, 60, pemilik rumah menerangkan, peristiwa itu terjadi sekitar jam 04.00. Tepat saat subuh. Ia dikagetkan dengan suara keras berasal dari depan rumah.
Lantaran penasaran, ia lantas segera keluar untuk melihatnya. Tetibanya, ia melihat tiang penyangga alat pengukur kecepatan kendaraan yang berada tepat di depan rumahnya itu roboh ditabrak kendaraan besar jenis dump truck.
“Kejadiannya pas saat subuh. Waktu saya keluar saya melihat dumtruk itu sempat berhenti dengan kondisi bak truk njongat ke atas,” kata Soleh.
“Setelah itu sopir langsung tancap gas kabur ke arah timur,” terang Soleh.
Soleh tidak mengetahui ciri detail dump truck tersebut. Ia memastikan kalau dump truck tersebut biasa dipakai untuk mengangkut pasir.
Sebab, ada sisa tumpahan pasir di lokasi kejadian. Ia hanya melihat secara jelas kalau dump truck itu berukuran besar dengan bak truk berwarna hijau.
Maklum, kondisi saat itu minim penerangan akibat listrik di area sekitar juga padam.
Soleh juga mengaku panik. Apalagi setelah dia mengetahui kalau robohnya tiang penyangga alat ukur tersebut roboh mengenai bagian depan teras rumahnya.
Pagar rumahnya rusak dan bagian atap tertimpa besi tiang alat pengukur kecepatan.
“Selain panik, kondisi saat itu gelap. Listriknya padam setelah dump truck itu juga menyasak kabel listrik yang melintang di atas jalan raya,” Soleh menambahkan.
Mengetahui sopir truk tak bertanggung jawab dan kabur, warga sekitar berusaha mengejar.
Salah satunya Rusdi, 35, kerabat Soleh. Dia mengaku melakukan pengejaran menggunakan motor sampai wilayah Kota Pasuruan.
Sayang, hasilnya nihil. Dia tak kunjung menemui dump truck dengan ciri-ciri yang dimaksud.
“Ternyata setelah tanya-tanya orang, dump truck itu lari belok kanan ke arah jalan menuju Sidogiri. Katanya sempat ada yang melihat truk itu kenceng sekali lari ke selatan,” kata Rusdi.
Atas peristiwa itu Soleh pun bingung. Ia hanya berharap ada yang harus bertanggung jawab atas kerusakan pada bagian depan rumahnya tersebut.
Alat pengukur kecepatan seperti yang ada di Bendungan, sejatinya tidak hanya satu. Tetapi juga ada di wilayah Nguling. Alat ini dulunya dari Kementerian Perhubungan dan setelah dipasang, perawatannya dilakukan Pemprov Jatim. (ube/fun)
Editor : Fandi Armanto