Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Masih Banyak Jalan di Kabupaten Pasuruan yang Gelap Tanpa Penerangan

Fuad Alyzen • Senin, 6 November 2023 | 23:05 WIB
ANDALKAN LAMPU KENDARAAN: Pengendara melaju di jalur di Sidogiri sisi barat menuju Warungdowo saat malam hari.
ANDALKAN LAMPU KENDARAAN: Pengendara melaju di jalur di Sidogiri sisi barat menuju Warungdowo saat malam hari.

PASURUAN, Radar Bromo - Belum semua jalan kabupaten yang sudah terpasang penerangan. Bahkan beberapa jalan kabupaten yang menjadi penghubung jalur antar kecamatan, masih ada yang gelap.

Lokasi yang gelap tersebut tersebar di sejumlah kecamatan. Tilik saja di sejumlah lokasi seperti di Jalan Sidogiri, Kraton; Sedarum dan Sumberanyar, Nguling; Kedawung, Sumberdawesari dan Kalipang di Grati, serta Winongan.

Pengendara kerap resah karena gelapnya jalan bukan hanya menimbulkan rawan kecelakaan. Tapi juga rawan akan aksi kejahatan.

Seperti yang diungkapkan Hadi Haryanto, 35, warga Grati. Jalan penghubung antara kecamata seperti di jalur Grati-Winongan, masih banyak yang belum terpasang penerangan. Bahkan penerangan mengandalkan lampu dari motor ataupun rumah warga.

“Seperti di Triwung dan Kalipang. Beberapa waktu lalu sempat terjadi insiden kecelakaan sampai memakan korban jiwa. Memang di lokasi kejadian minim akan penerangan,” beber dia.

Hal senada diungkapkan Sugito, 86, warga Winongan. Masih banyak jalan kabupaten di Winongan yang minim penerangan. Alhasil di wilayah tersebut dimanfaatkan untuk aksi kejahatan.

Begitu juga di Jalan Sidogiri, Kraton menuju Warungdowo. Jalur penghubung Kecamatan Kraton dan Pohjentrek ini juga minim penerangan. Malah gelap gulita.

“Ada yang gelap juga ada yang terang. Setiap sisi ada yang gelap seperti memasuki gua saat melintas di jalan tersebut,” ujar Sholeh 47 warga Kecamatan Kraton.

Atas kondisi itu Jawa Pos Radar Bromo sudah berupaya menghubungi Kepala Dishub Kabupaten Pasuruan Agus Hari Wibawa. Namun yang bersangkutan belum merespon.

Hanya saja Agus pernah menyebutkan bahwa PJU memang menjadi persoalan. Dishub kerap kewalahan menangani PJU lantaran biaya yang dikeluarkan begitu besar.

Bukan hanya untuk biaya listrik PJU. Tetapi, juga untuk perawatan ketika ada kerusakan.

Agar anggaran yang dikeluarkan tidak terlalu besar, Dishub berencana agar pemeliharaan PJU dilakukan sesuai dengan status jalan.

Jika disetujui, berarti Dishub Kabupaten Pasuruan hanya memelihara PJU di jalan kabupaten. (zen/fun)

Editor : Jawanto Arifin
#pju kabupaten pasuruan #jalan gelap