PASURUAN, Radar Bromo - Langkah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jatim sudah mengambil sampel air di Sungai Welang. Gerak cepat itu dilakukan setelah ada warga yang melapor sungai tercemar. Saat datang ke lokasi dan mengambil sampel pada Jumat (20/10) lalu, DLH tidak sendirian. Melainkan bersama beberapa aparat TNI juga turun ke lokasi.
Nah, keikutsertaan TNI yang dikomandoi Dandim 0819 Pasuruan, sempat disorot. TNI dinilai ikut cawe-cawe karena sempat menyalahkan warga yang buang sampah.
Tudingan itu ditepis Dandim 0819 Pasuruan, Letkol Arh Noor Iskak. Saat ditemui dalam ruang kerjanya pada Sabtu (21/10/2023) membenarkan terkait kedatangannya di lokasi pengambilan sampel air limbah di Sungai Welang.
"Betul Mas. Hari Jumat kemarin sekitar Jam 10 pagi memang saya langsung datang ke lokasi pengambilan sampel air limbah yang dibuang oleh PT Satoria ke Sungai Welang," katanya.
Menyinggung pihaknya diduga ikut cawe-cawe terkait proses pengambilan sampel air oleh Dinas KLH Jatim, Noor Iskak membantah. Kata Dandim, justru sebaliknya. Dia sangat mendukung proses yang sedang dilakukan untuk mendapatkan kepastian apakah benar air yang dibuang perusahaan ke Sungai Welang benar-benar limbah yang membahayakan masyarakat.
"Saya tidak ada cawe-cawe atau campur tangan terkait proses pengambilan sampel air tersebut. Justru memberikan dukungan ke Tim DLH untuk melaksanakan pengambilan sampel yang lengkap dan bisa menjawab tuntutan masyarakat dan LSM yang melaksanakan unjuk rasa ke perusahaan," jelasnya.
Menyinggung posisi pengambilan sampel limbah, Noor Iskak menambahkan, posisi pembuangan sampel air limbah sebelah selatan. Sedangkan sampah masyarakat itu sebelah barat.
"Untuk posisi sampah rumah tangga sebelah kanan, sedangkan posisi air limbah sebelah kiri. Tidak hanya itu. Kami juga memerintahkan anggota TNI segera bergerak cepat berkoordinasi aparat desa setempat dan mengajak untuk ikut serta membersihkan sampah-sampah yang dibuang masyarakat, serta kami mengimbau masyarakat agar tidak buang sampah ke Sungai Welang," ucap Noor Iskak.
Sebelumnya, warga memang mengeluhkan terkait air Sungai Welang yang berbau dan berwarna hitam. Sehingga masyarakat dari 6 desa yang berada di Kecamatan Kejayan dan Kraton mendatangi PT Satoria untuk berunjuk rasa pada Rabu (18/10) lalu. (tom/fun)
Editor : Jawanto Arifin