Berada di ujung selatan Kecamatan Purwodadi, Desa Jatisari berbatasan langsung dengan Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Desa berpenduduk sekitar 6.300 jiwa ini juga fokus melakukan pembangunan fisik di tiga dusun (Penjalinan, Trimo dan Andongbang).
PEMERINTAH Desa (Pemdes) Jatisari memprioritas pembangunan yang harus direalisasikan di tahun ini. Di antaranya rehab jembatan di Dusun Penjalinan dengan pelebaran. Jembatan ini menghubungkan antar kampung di dusun yang sama. Selain itu ada pembangunan jalan lingkungan dan jalan usaha tani, masing-masing dua lokasi yang semuanya ada di Dusun Penjalinan.
“Sudah terealisasi, hasil pembangunannya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Usulan tahun kemarin, realisasi tahun sekarang. Dianggarkan dari Dana Desa (DD),” kata Pj Kades Jatisari Iksan.
Baik rehab jembatan, juga pavingisasi jalan lingkungan dan usaha tani, kata Iksan, usulan dari masyarakat. Tujuannya untuk mempermudah akses transportasi warga, termasuk peningkatan hasil pertanian.
Pembangunan fisik lainnya juga ada Tebing Penahan Tanah (TPT) jalan di Dusun Trimo dan Andongbang, rehab paving jalan usaha tani di Dusun Penjalinan. Serta rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) lima unit, semuanya di Dusun Penjalinan.
“TPT, rehab paving jalan usaha tani dan RTLH juga masuk dalam usulan musdes. Sama-sama pentingnya, kami realisasikan juga pembangunannya di tahun ini. Dilapangan sudah terealisasi,” terangnya. (zal/fun/*)
Desa Penghasil Alpukat Unggulan
DESA Jatisari masyarakatnya menggantungkan dari sektor pertanian dan perkebunan. Total ada sekitar 300 hektare luas lahan. Pertanian dan perkebunan di Jatisari terbilang subur karena berada di dataran tinggi.
Selama ini, dikenal sebagai desa penghasil pisang dan durian. Ada pula alpukat, yang menjadi primadona di desa setempat. “Alpukat di desa kami, merupakan alpukat unggulan. Hampir disetiap pekarangan dan tegalan rumah warga, ada pohon alpukatnya,” beber Pj Kades Jatisari Iksan.
Untuk alpukat unggulan, jenisnya ada banyak, Seperti Pameling, Markus dan Aligator. Jenis-jenis alpukat tersebut, paling sukai dan diminati oleh para konsumen di pasaran.
“Alpukat jenis – jenis tersebut ukurannya besar, dagingnya tebal, warna kuning, biji kecil dan rasanya manis seperti ada menteganya,” ucap Iksan.
Dalam setahun, bisa panen 2-3 kali. Selain itu, perawatannya mudah dan tidak terlalu ribet. “Saat panen, pemasarannya ke Surabaya, Malang, Bali, Bandung, Jakarta dan lain-lain. Selain dijual ke pasar, juga ke supermarket,” terangnya. (zal/fun/*)
Pembangunan di Desa Jatisari Tahun 2023 :
- Pavingisasi jalan lingkungan di Dusun Penjalinan, dua lokasi
- Pavingisasi jalan usaha tani di Dusun Penjalinan, dua lokasi
- Rehab jembatan di Dusun Penjalinan
- TPT jalan di Dusun Trimo dan Andongbang
- Rehab paving jalan usaha tani di Dusun Penjalinan
- RTLH lima unit di Dusun Penjalinan
Sumber : Pemdes Jatisari
Editor : Ronald Fernando