Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ngantuk, Sepasang Remaja Tabrak Tembok di Rejoso, Alami Luka Berat

Muhamad Busthomi • Jumat, 1 September 2023 | 14:45 WIB
NAHAS: Dua korban saat hendak dievakuasi ke RS usai motor yang mereka kendarai menabrak tembok.
NAHAS: Dua korban saat hendak dievakuasi ke RS usai motor yang mereka kendarai menabrak tembok.

PASURUAN, Radar Bromo - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Rejoso, Desa Kedungbako, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Kamis (31/8). Sepasang remaja mengalami luka parah setelah menabrak tembok rumah warga.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 06.00. Kecelakaan itu dialami M. Fajrul Falah, 19. Warga Jember itu mengendarai motor Yamaha dengan nomor polisi P 5856 GE. Ia berboncengan dengan Seira Meyshy Amalina, 20, asal Sidoarjo. Keduanya melintas menuju arah barat dengan kecepatan tinggi.

Sayangnya, perjalanan mereka berakhir tragis ketika motor yang ditumpangi menabrak tembok bangunan di sisi selatan jalan. ”Kendaraan tersebut tiba-tiba kehilangan kendali dan meluncur ke bahu jalan di sebelah selatan,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Kota Iptu Prasetyo.

Bahkan, kencangnya laju kendaraan menumbangkan rambu dan tiang listrik di tepi jalan. Kecelakaan ini mengakibatkan motor rusak parah.

Bahkan, Fajrul dan Seiran mengalami luka serius. Fajrul alami luka robek pada dagu dan bibir bagian bawah. Serta, pendarahan di telinga kanan dan kiri. Tangan kirinya juga mengalami memar. Begitu juga dengan Seira.

Keduanya dilarikan ke RSUD dr. Soedarsono setelah beberapa saat tergeletak di tepi jalan. ”Kecelakaan tunggal ini kuat diduga akibat kantuk yang dialami pengendara,” kata Prasetyo.

Insiden itu, menurutnya, sekaligus menjadi peringatan bagi semua pengendara untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan menjaga kewaspadaan saat berkendara, terutama dalam kondisi mengantuk.

”Keselamatan dan keamanan di jalan harus tetap menjadi prioritas utama bagi setiap pengendara. Kami selalu tekankan agar istirahat bila sudah mengantuk, tidak memaksa tetap melanjutkan perjalanan,” ujar Prasetyo. (tom/mie)

Editor : Jawanto Arifin
#tabrak tembok #kecelakaan rejoso