Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Viral Video Pelajar SMP di Tutur Dihadang Sepulang Sekolah, Ini Penyebabnya  

Rizal Syatori • Sabtu, 29 Juli 2023 | 03:55 WIB
Proses mediasi pelajar SMPN di Tutur cekcok berujung berkelahi dengan remaja, Jumat (28/7)
Proses mediasi pelajar SMPN di Tutur cekcok berujung berkelahi dengan remaja, Jumat (28/7)

 

 

TUTUR, Radar Bromo–Sebuah rekaman video, pelajar SMP dihadang pemuda berlanjut perkelahiran beredar di media sosial, Jumat (28/7). Aksi perkelahian itu tak berlangsung lama, usai sejumlah warga mencegahnya.

          Video berdurasi sektiar 26 detik itu, ternyata diambil di Dusun Jelag, Desa Kalipucang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Insiden itu sendiri terjadi sekitar pukul 10.45.

          Informasi dihimpun dari Pemdes Kalipucang dan Polsek Nongkojajar, insiden itu bermula saat seorang pelajar berinisial BTI, kelas VIII sebuah SMP di Tutur, asal Desa Palangsari, Kecamatan Puspo pulang sekolah.

          Sekitar 200 meter dari SMPN 2 Tutur, pelajar itu dihadang oleh AR, remaja asal Desa Kalipucang, Kecamatan Tutur. Antara BTI dengan AR, sempat cek-cok lebih dulu. Setelah itu, berujung perkelahian.

Beruntung, warga sekitar yang mengetahui kejadian itu berhasil melerai kedua remaja masih dib awah umur tersebut. “Kedua remaja ini sempat berkelahi, namun tidak sampai mengalami luka-luka. Karena cepat dilerai warga yang ada di sekitar lokasi kejadian,” terang Kades Kalipucang Hariyono.

Lantaran video perkelahian dua remaja itu viral, sore harinya lantas dilakukan proses mediasi di SMPN 2 Tutur. Selain diikuti 2 remaja yang cekcok, ada juga kepala SMP tempat pelajar sekolah, Kasun Jelag dan Kades Kalipucang, serta Kanitreskrim Polsek Nongkojajar.

Dan dalam proses mediasi tersebut, kedua belah pihak didamping kedua orang tuanya sepakat damai. Kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan. Dengan membuat surat pernyataan bermaterai.

“Cekcok dan perkelahian dua remaja masih dibawah umur ini, sudah klir dengan damai. Pemicunya saling menantang via WhatsApp. Akhirnya ketemuan, cek cok dan berkelahi. Untung ada warga dan langsung melerai keduanya,” ungkap Kapolsek Nongkojajar Supriyanto.

Kadisdikbud Kabupaten Pasuruan Hasbullah pun telah menerima laporan insiden itu. “Selesai dengan mediasi, karena sama-sama masih di bawah umur. Mudah-mudahan tidak terulang lagi kejadian tersebut,” harapnya singkat. (zal/mie)

 

         

Editor : Muhammad Fahmi
#tawuran pelajar