Sejumlah pedagang bahkan mengeluhkan kondisi itu. Sebab, seringkali mengakibatkan terpeleset. Tidak hanya pedagang, pengunjung pasar juga merasakannya. Fitriyah, salah seorang pedagang di Pasar Besar mengatakan, kondisi lantai yang licin terjadi sejak beberapa minggu lalu.
“Hampir setiap hari ada orang terpeleset saat melewati jalan ini,” katanya.
Hal senada diungkapkan Muamanah, pedagang lainnya. Ia sebenarnya senang los ikan menjadi perhatian pemerintah. Kondisi saat ini jauh lebih baik ketimbang sebelumnya. Tidak terlihat kumuh.
Namun, ia mengeluhkan lantai di los ikan yang kurang ramah. Sehingga, orang yang melintas harus sangat waspada.
“Saking licinnya kalau terpeleset kan khawatir jatuh,” ungkap dia.
Menurutnya, para pedagang sebenarnya sudah menyampaikan keluhan itu ke petugas pasar. Mereka berharap lantai di los ikan tersebut bisa diganti. Misalnya dengan keramik yang agak kasar agar tak licin.
“Kalau bisa diganti yang agak kasar, kan mengurangi licin. Kalau begini, kena air pasti licin,” jelas Fitriyah.
Kepala Bidang Pengelolaan Pasar di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Slamet Riyadi menjelaskan, revitalisasi Pasar Besar sebenarnya masih dalam masa pemeliharaan. Pelaksana proyek masih punya tanggungan untuk membenahi hasil pekerjaannya bila bermasalah. Termasuk mengganti material yang rusak.
Pemeliharaan proyek itu berlangsung enam bulan. Terhitung sejak hasil pekerjaan diserahkan tahap pertama. Sedangkan penyerahan hasil pekerjaan tahap dua dijadwalkan akhir bulan ini.
“Kami juga sudah bersurat ke pelaksana untuk melakukan pemeliharaan sebelum P2,” katanya.
Terkait kondisi lantai yang licin, kata Slamet, sebenarnya tidak ada masalah. Material yang digunakan untuk lantai di los ikan itu sudah sesuai spesifikasi. Bahannya disesuaikan dengan kondisi pasar.
“Lantainya sebenarnya sudah pakai keramik yang kasar. Jadi sudah sesuai speknya,” katanya.
Karena itu, pihaknya berharap pedagang ikut menjaga fasilitas yang sudah disediakan. Termasuk menjaga kebersihan pasar. Apalagi di los ikan. Di sana juga dilengkapi saluran pembuangan air. Misalnya untuk membuang air bekas cucian ikan. Pedagang seharusnya bisa memanfaatkannya.
“Saluran pembuangan air sudah kami sediakan. Maka kami harap pedagang juga tidak membuang air ke lantai,” katanya.
Di sisi lain, belasan petugas kebersihan setiap harinya dikerahkan di pasar tradisional itu. Kepala UPT Pasar Luthfan Asysyam mengatakan, ada 14 petugas kebersihan. Mereka membersihkan seluruh area pasar sebelum dan sesudah pedagang beraktivitas.
“Jadi pagi dan siang setiap harinya ada petugas kebersihannya,” pungkasnya. (tom/hn) Editor : Jawanto Arifin