Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Pasuruan Akung Novajanto mengatakan, payung hidrolik yang baru nanti dibangun di sisi selatan dan utara Payung Madinah yang sudah ada. Di sisi utara, akan ada dua payung baru. Kemudian di sisi selatan ditambah empat unit. Pemilihan letak posisi itu berdasarkan detail engineering design (DED) yang sudah dibuat.
“Dengan demikian, letaknya sebaris dan presisi,” katanya.
Sejauh ini, proyek senilai Rp 18 miliar itu masih dalam tahap lelang. Lelang dilakukan terbuka untuk memberi peluang pada siapa saja ikut mendaftar. Sehingga, nantinya, pelaksana proyek lanjutan Payung Madinah bisa saja berbeda dengan yang mengerjakan proyek tahun lalu.
Namun, Akung memastikan, hal itu tidak akan berpengaruh pada hasil pekerjaan. Sebab, dinasnya sudah menentukan spesifikasi yang harus dipenuhi pelaksana.
“Bahkan, kami mengharapkan proses pekerjaan nanti metodologinya bisa lebih baik,” ujarnya.
Sementara spesifikasi dimaksud antara lain membran yang mampu menahan terpaan angin dengan tekanan maksimal 60 knot. Payung juga dilengkapi dengan sensor cuaca. Perangkat itu akan mempelajari perubahan cuaca yang terjadi. Kemudian mengirimkan data kepada mesin untuk segera menutup membran apabila tekanan angin di atas ukuran normal.
“Karena sudah ada spesifikasi teknisnya, maka hasilnya nanti juga akan sama,” katanya.
Akung berharap proses lelang berjalan tanpa ada kendala. Dengan begitu, pelaksanaan proyek Payung Madinah diperkirakan bisa dimulai Agustus mendatang. (tom/hn) Editor : Ronald Fernando