Pemberlakuan dua arah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kemacetan. Sebab di sepanjang Jalan KH Wahid Hasyim banyak terdapat pusat pertokoan. Sehingga dengan dua arah ini, Dinas Perhubungan (Dishub) meyakini bisa mengurai kemacetan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pasuruan Andriyanto mengatakan, sementara jalan KH Wahid Hasyim menjadi 2 jalur. Selain ramainya pusat perbelanjaan, di akhir Ramadan ini banyak jamaah yang berkunjung ke masjid Jamik Al Anwar yang jumlahnya bisa mencapai ribuan. Sehingga untuk memudahkan jamaah dan pengunjung, dua arah ini diberlakukan.
“Ini hanya berlaku beberapa hari saja,” kata Andriyanto. Setelah itu selesai, jalur akan kembali normal.
Pemberlakuan dua arah ini sudah dirapatkan. Dalam kesepakatan hasil rapat, pihaknya menutup jalan hingga simpang tiga jalan Alun-alun utara sampai simpang penjara. Ini semua agar menghindari kemacetan.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, mulai tadi malam aturan dua arah ini sudah disosialisasikan. Dishub sudah menempatkan petugas di simpang empat penjara dan simpang tiga-alun-alun. Bahkan water barrier sudah dipasang.
Lantaran baru disosialisasikan, kebijakan sementara ini masih banyak yang belum diketahui. Ini terlihat saat pengendara melintas di simpang penjara. Mereka masih memenuhi jalan, sehingga petugas yang berjaga harus sering memberi imbauan.
Tetapi ada juga pengendara yang sudah mengetahui. Sehingga pengendara yang melaju dari arah Jalan Gajah Mada, Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Hayam Wuruk, bisa langsung berbelok ke KH Wahid Hasyim, dari yang sebelumnya hanya satu arah. Umumnya pengendara yang masuk ke Jalan KH Wahid Hasim adalah jamaah yang mau ke masjid. (zen/fun) Editor : Ronald Fernando