Bahkan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, datang ke lokasi. Dia juga dinobatkan menjadi warga kehormatan Suku Tengger. Ini ditandai dengan pemasangan udeng khas Tengger ke kepala Emil.
Emil datang didampingi beberapa pejabat Pemprov Jatim serta Pemkab Pasuruan. Begitu tiba, dia langsung disambut oleh beberapa dukun dan tokoh Tengger Brangkulon.
Emil merasa takjub dan kagum atas keberagaman budaya dan kerukunan umat beragama yang ada Tosari. Menurutnya, hal itu harus tetap dijaga. Dan tak heran dengan apa yang dilakukan warga Tosari, daerah tersebut dianugerahi sebagai Kecamatan Bhinneka Tunggal Ika.
"Saya kagum. Ini harus terus dijaga. Budayanya, ramah warganya serta keindahan alamnya," katanya.
Dalam proses percepatan pertumbuhan Jawa Timur, Tosari utamanya TNBTS menjadi salah satu yang diutamakan. Karena itu, ia berharap wisatawan yang datang ke Bromo, selalu ingat Tosari. Dengan keindahan alam, dan juga budaya yang unik bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk kunjungan wisata.
"Pemprov tentunya mendorong. Seperti kegiatan hari ini bagus untuk dibuat event-event pariwisata," tandasnya.
Di sisi lain, ogoh-ogoh adalah ritual sehari sebelum hari raya Nyepi yang jatuh pada hari ini. Selama Nyepi, kawasan tersebut ditutup untuk umum kecuali untuk kedaruratan.
Sejatinya mulai kemarin sore penutupan dilakukan. Warga yang tidak memiliki kepentingan tidak diperkenankan masuk ke kawasan Tosari. Mereka diminta turun kembali.
Ketua Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Kecamatan Tosari Parji mengatakan, ritual Nyepi akan dilakukan warga hindu Tengger mulai hari ini pukul 04.00. Mereka tidak boleh menghidupkan api, tidak boleh bepergian, tidak boleh makan minum dan tidak boleh keluar rumah.
Meskipun baru dilakukan pagi hari, tapi kawasan Tosari harus sudah steril. Tak ada lagi warga luar yang tak berkepentingan masuk. Ini, dilakukan demi kekhusukan ritual umat Hindu Tengger.
Menurutnya, wisata lokal maupun wisata Internaional yang ada di daerahnya seluruhnya ditutup. Penutupan sudah disosialisasikan jauh-jauh hari sebelum Nyepi.
Camat Tosari Hendi Candra mengatakam, penutupan dilakukan di dua pintu masuk, yakni di Desa Mororejo dan Desa Baledono. Hal itu dilakukan guna kelancaran ibadah warga Hindu Tengger.
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Operator Jip Bromo Pilih Tak Buka Trip
SUKAPURA, Radar Bromo- Selama perayaan Nyepi wisata Bromo ditutup. Pelaku wisata seperti Jip Bromo, sebagian memilih menutup trip wisatanya, meski masih ada destinasi lain yang dibuka.
Para sopir Jip Bromo mengaku, penutupan ini dilakukan sampai Kamis (24/3). Ini mereka lakukan karena Kamis adalah hari pertama puasa.
Khoirul Umam Masduqi, salah satu operator Jip Bromo mengatakan, saat Nyepi yakni pada tanggl 22 Maret 2023 sejumlah kawasan Bromo ditutup. Wisatawan yang lewat jalur Probolinggo hanya sampai desa Wonokerto saja.
Namun jauh hari sebelum Nyepi, kunjungan wisatawan sudah mulai sepi. Sebab berdekatan dengan awal puasa yang akan jatuh Kamis mendatang mendatang. Alasan inipula yang membuat operator Jip Bromo, memilih tak membuka trip.
“Sebelum penutupan, jauh sebelumnya kami juga telah mengumumkan jika pada saat Nyepi akan dilakukan penutupan sementara. Selain itu karena berdekatan dengan awal bulan ramadan, kemungkinan pengunjung lebih memilih untuk berada di rumah,” tutur Umam, Selasa (21/3) siang.
Tak hanya Umam. Iwandoyo operator jip lainnya juga sama. Kata dia, tak sedikit juga operator yang memilih tidak membuka trip pada saat itu. Sehingga trip baru dibuka kembali pada tanggal 24.
“Ada beberap yang memang pada tanggal 22-23 tidak membuka trip. Sebab masuk Nyepi dan awal puasa. Untuk saya sendiri, tetap saya buka, namun memang baru ada yang masuk tanggal 26 Maret,” tandas pria 40 tahun asal Desa Boto-Lumbang tersebut. (sid/rpd/fun) Editor : Ronald Fernando