Warga suku Tengger di Tosari bahkan sejak sebulan terakhir sibuk mempersiapkan ogoh-ogoh. Mulai dari ukuran sedang hingga besar. Mereka membuatnya sendiri. Ogoh-ogoh yang dibuat juga beragam karakter.
Seperti yang ada di Dusun Tlogosari, Desa/Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Sebuah ogoh-ogoh berukuran kurang lebih dua meter dibuat. Pembuatannya dilakukan sejak sebulan terakhir. Warga membuatnya secara gotong royong. Kini prosesnya sudah hampit selesai.
"Warga membuatnya untuk dibawa saat pawai nanti," kata Kariadi salah seorang warga sekitar.
Ia menjelaskan, pembuatannya membutuhkan waktu yang lama. Ogoh-ogoh juga tak terbilang murah. Biaya pembuatannya bisa jugaan hingga puluhan juta "Ya ada yang 5 juta, 10 juta, dan bahkan ada yang 25 juta," ungkapnya.
Singgih, salah seorang tokoh pemuda Tosari mengatakan, tahun ini bakal meriah. Perayaannya tak lagi dibatasi. Mengingat pandemi sudah melandai. Diperkirakan ada 50 ogoh-ogoh yang akan dibawa.
"Ada dari Tosari, Puspo dan juga tutur. Nanti boleh dihadiri penonton tidak seperti sebelum pandemi," katanya.
Ia menjelaskan, rangkaianya sendiri ada beberapa ritual. Hari ini, akan dilakukan upacara melasti. Yakni pengambilan air suci. "Besok melasti," ungkapnya.
Pawai ogoh-ogoh di Tosari dipusatkan di res area. Pawai diikuti belasan desa dari tiga kecamatan. Biasanya, kegiatan ini akan dilakukan sore hari. Patung yang disimbolkan perwujudan keburukan itu akan diarak dan diakhiri dengan dibakar. (sid/fun) Editor : Ronald Fernando