Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Warga Tosari Siap Arak Ogoh-ogoh setelah Lama Tak Digelar karena Pandemi

Ronald Fernando • Senin, 20 Maret 2023 | 17:23 WIB
BUAT SENDIRI: Warga Tengger di Tosari dengan ogoh-ogohnya yang udah hampir jadi. (Foto: M Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)
BUAT SENDIRI: Warga Tengger di Tosari dengan ogoh-ogohnya yang udah hampir jadi. (Foto: M Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)
TOSARI, Radar Bromo-Warga hindu Suku Tengger bakal merayajan hari raya nyepi Rabu (22/3) mendatang. Sebelum ritual itu dilakukan, terlebih dulu mereka bakal menggelar pawai ogoh-ogoh. Pawai digelar sehari sebelum ritual nyepi. Warga pun sukacita menyambut acara yang disebut tawur kasanga itu karena saat pandemi, acaa ini tak digelar.

Warga suku Tengger di Tosari bahkan sejak sebulan terakhir sibuk mempersiapkan ogoh-ogoh. Mulai dari ukuran sedang hingga besar. Mereka membuatnya sendiri. Ogoh-ogoh yang dibuat juga beragam karakter.

Seperti yang ada di Dusun Tlogosari, Desa/Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Sebuah ogoh-ogoh berukuran kurang lebih dua meter dibuat. Pembuatannya dilakukan sejak sebulan terakhir. Warga membuatnya secara gotong royong. Kini prosesnya sudah hampit selesai.

"Warga membuatnya untuk dibawa saat pawai nanti," kata Kariadi salah seorang warga sekitar.

Ia menjelaskan, pembuatannya membutuhkan waktu yang lama. Ogoh-ogoh juga tak terbilang murah. Biaya pembuatannya bisa jugaan hingga puluhan juta "Ya ada yang 5 juta, 10 juta, dan bahkan ada yang 25 juta," ungkapnya.

Singgih, salah seorang tokoh pemuda Tosari mengatakan, tahun ini bakal meriah. Perayaannya tak lagi dibatasi. Mengingat pandemi sudah melandai. Diperkirakan ada 50 ogoh-ogoh yang akan dibawa.

"Ada dari Tosari, Puspo dan juga tutur. Nanti boleh dihadiri penonton tidak seperti sebelum pandemi," katanya.

Ia menjelaskan, rangkaianya sendiri ada beberapa ritual. Hari ini, akan dilakukan upacara melasti. Yakni pengambilan air suci. "Besok melasti," ungkapnya.

Pawai ogoh-ogoh di Tosari dipusatkan di res area. Pawai diikuti belasan desa dari tiga kecamatan. Biasanya, kegiatan ini akan dilakukan sore hari. Patung yang disimbolkan perwujudan keburukan itu akan diarak dan diakhiri dengan dibakar. (sid/fun) Editor : Ronald Fernando
#ogoh-ogoh tosari #hari raya nyepi