Pelaksanaan ziarah muasis NU berlangsung Minggu (19/3). Sejumlah makam pendiri NU akan diziarahi. Selain KH. Hasyim Asy'ari, juga makam KH. Abdulrahman Wahid alias Gus Dur, KH. Bisri Samsuri hingga KH. Ahmad Sidiq.
Ratusan rombongan mengikuti hajatan wisata religi tersebut. Mereka diberangkatkan Wakil Bupati Pasuruan, KH. Mujib Imron. Kantor MWC NU Gempol, menjadi tempat start pemberangkatan pagi kemarin.
Ketua Panitia Ziarah Muasis NU, H. Slamet mengungkapkan, setidaknya ada 240 jamaah yang mengikuti kegiatan ziarah muasis NU. Mereka tidak hanya dari pengurus MWC NU. Tetapi juga pengurus ranting NU, fatayat serta banom NU.
Ziarah ini dimaksudkan sebagai bentuk syukur. Atas terwujudnya pembangunan gedung MWC NU Gempol. "Kami berbondong-bondong makam Muasis NU untuk membangun kekompakan dan kerukunan serta menjaga keguyuban kader-kader NU, khususnya MWC NU Gempol. Ini sebagai bentuk rasa syukur juga, seiring adanya bantuan Provinsi Jatim, dengan pendirian kantor MWC NU. Kami yang merupakan kader NU, sowan ke pendiri. Sekaligus juga, untuk persiapan dan menghormati bulan suci Ramadan," sampainya.
Lelaki yang juga menjabat Kades Jeruk Purut, Kecamatan Gempol ini menegaskan, dengan kegiatan tersebut, diharapkan kesolidan pengurus NU Gempol meningkat. Tentunya, untuk mendukung program pemerintahan.
Wakil Bupati Pasuruan KH. Mujib Imron memaparkan, kegiatan tersebut sangat patut diapresiasi. Karena menjadi sarana, dalam menyambung hubungan dengan masyayikh. Apalagi, MWC NU Gempol memiliki seabrek program.
Selain pembangunan gedung MWC NU, juga pembangunan klinik kesehatan, lembaga pendidikan, hingga perekonomian. Dengan kegiatan tersebut, diharapkan berkah dan bisa bermanfaat. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan juga, bisa mempererat hubungan antar pengurus NU Gempol. "Ziarah ini kan semacam tamasya yang dilakukan oleh MWC NU dengan caranya. Insyaallah dengan cara ini, akan semakin solid. Karena bersama-sama, dan tidak ada bedanya. Yang kaya ataupun yang biasa. Semua, tampak memakai sarung. Ini luar biasa," paparnya. (*) Editor : Ronald Fernando