Kondisi itu bahkan berlangsung setiap hari. Bahkan, tidak jarang mengakibatkan akses menuju pasar sulit. Sebab, terjadi penumpukan pedagang dan pembeli. Sehingga, membuat kondisi pasar terkesan kumuh.
Karena itu, Pemkot Pasuruan pun fokus menata mereka. Salah satu caranya, membatasi waktu berjualan pedagang liar itu.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah mengaku, penataan dilakukan bertahap. Para pedagang pecokan tidak langsung dilarang berjualan. Langkah awal yang dilakukan dengan membatasi waktu berjualan mereka. “Tidak boleh melebihi jam 7 pagi,“ katanya.
Mereka memang mulai menggelar lapak dini hari. Terkadang menjajakan dagangannya sampai siang. Kondisi itu yang kemudian kerap menimbulkan crowded. Bahkan juga mengesankan pasar jadi kumuh. “Ini perlahan kami coba tertibkan,“ kata Yanuar.
Dengan penataan itu, diharapkan revitalisasi yang dimulai tahun lalu itu tidak percuma. Sebab, salah satu tujuan revitalisasi yaitu agar pasar menjadi bersih dan tertata. Tidak terlihat kumuh.
“Imbauan dan sosialisasi terus kami tingkatkan,“ kata Yanuar.
Agar tertib waktu, pihaknya berkoordinasi dengan Satpol PP setempat. Bila ada pedagang pecokan yang melebihi batas waktu, akan ditindak.
“Kami pantau terus perkembangan di lapangan. Kalau ada yang melanggar, nanti kami serahkan Pol PP untuk penanganannya,“ pungkasnya. (tom/hn) Editor : Jawanto Arifin