Bahkan, para pedagang yang menempati kios di Jalan Pahlawan itu membuat petisi. Ketua Paguyuban Pedagang Kios Stadion Wahyu mengatakan, kenaikan harga sewa kios sudah di luar nalar. Sebab, naiknya hampir lima kali lipat. Dari yang semula Rp 1.312.000 menjadi Rp 6.125.000 per tahun.
“Kami sangat keberatan. Karena kondisi kios kami ramainya mungkin hanya pas malam mingguan. Jadi kalau bicara pendapatan sangat fluktuatif,“ ungkap Wahyu.
Dia juga mengungkapkan, pangsa pasar pedagang kios stadion rata-rata menengah ke bawah. Misalnya saja, segelas kopi hanya dijual tidak lebih dari Rp 5 ribu. Sehingga, tarif sewa kios mestinya tidak disamakan dengan pendapatan pemilik kafe.
“Mungkin Pak Wali Kota sesekali perlu ngopi di tempat kami supaya mengerti bagaimana keadaan kami,“ kata Wahyu.
Pedagang lain, Mulyono mengatakan, kenaikan harga sewa kios sebenarnya tidak masalah bila nominalnya wajar. Kisaran Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu.
“Kalau naik 30 persen itu namanya kenaikan. Tapi, kalau lima kali lipat seperti ini bukan kenaikan namanya. Tapi ini membunuh pedagang perlahan,“ ungkapnya.
Karena itu, pihaknya berharap pemerintah mengurungkan kenaikan harga sewa kios. Serta mengkaji ulang rencana kenaikan sesuai dengan kemampuan rata-rata pedagang.
Kenaikan tarif sewa kios itu memang diatur dalam Perwali Nomor 82/2022 tentang Penyesuaian Tarif Pemanfaatan Kekayaan Daerah. Tarif sewa kios stadion yang awalnya Rp 75 ribu per meter persegi per tahun, kini menjadi menjadi Rp 350 ribu per meter persegi per tahun.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Pasuruan Basuki mengatakan, penarikan sewa kios dengan tarif baru merupakan kewajibannya sesuai ketentuan dalam Perwali. Bahkan, sejak Oktober 2022 dinasnya sudah menyampaikan rencana kenaikan tarif itu ke pedagang.
“Jadi sebenarnya tarif ini kan sudah diatur dalam perwali dan sifatnya perintah bagi kami untuk menjalankan. Bukan lagi untuk didiskusikan,“ jelasnya.
Namun, dirinya juga tidak akan tutup mata apabila saat ini pedagang merasa keberatan. “Yang disampaikan perwakilan pedagang akan coba kami komunikasikan dengan pimpinan,“ jelasnya. (tom/hn) Editor : Ronald Fernando