Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Petambak Bandeng Jelak Resah, Segera Usulkan Perbaikan Tanggul Baru

Jawanto Arifin • Minggu, 1 Januari 2023 | 20:13 WIB
AKIBAT HUJAN: Tanggul di Sungai Petung yang jebol usai hujan mendera beberapa waktu lalu. Jebolnya tanggul membuat petambak bandeng jelak banyak merugi. (Foto: M Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)
AKIBAT HUJAN: Tanggul di Sungai Petung yang jebol usai hujan mendera beberapa waktu lalu. Jebolnya tanggul membuat petambak bandeng jelak banyak merugi. (Foto: M Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)
PASURUAN, Radar Bromo - Petambak di kampung bandeng jelak masih harus dilanda rasa waswas. Betapa tidak, rencana perbaikan tanggul belum ada kepastian. Terlebih setelah jebolnya tanggul Sungai Petung yang membatasi wilayah Kelurahan Kepel dengan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan.

Sebenarnya Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur sudah memulai normalisasi sungai. Dalam dua tahun terakhir, setidaknya sepanjang 2,7 kilometer aliran sungai yang sudah tertangani. Akan tetapi, pekerjaan itu memang belum rampung.

“Sampai 2022 kami baru menyelesaikan di dekat jembatan Buk Wedi. Belum sampai kearah muara,“ kata Anton Dharma, Kepala UPT PSDA WS Welang Pekalen Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur.

https://radarbromo.jawapos.com/daerah/pasuruan/31/12/2022/petambak-merugi-ratusan-juta-akibat-tanggul-sungai-petung-jebol/

Rencananya normalisasi akan kembali dilanjutkan tahun ini. Di sisi lain, pihaknya juga harus memikirkan soal tanggul yang jebol di tengah tambak ikan yang berdekatan dengan muara. Apalagi tanggul yang jebol cukup lumayan. Panjangnya sekitar 25 meter.

Anton mengatakan penanganan baru bisa dilakukan dengan menumpuk sandbag ukuran besar sebagai tanggul sementara. “Tetapi kami sendiri tidak bisa menjamin kekuatannya karena memang sifatnya sementara dan darurat,“ katanya.



Bila debit air sungai tinggi tidak menutup kemungkinan tanggul sementara itu juga tak mampu menahan. Makanya mau tidak mau perlu dilakukan perbaikan tanggul permanen. Anton mengatakan, upaya perbaikan itu masih belum tetanggaan dalam rencana kegiatan tahun ini.

“Kalau laporannya di hari yang sama saat kejadian kemarin, sudah kami sampaikan ke pimpinan,“ katanya.

Namun dia juga menegaskan rencana perbaikan tidak bisa disusun begitu saja. Apalagi kejadian berlangsung di penghujung tahun. Sementara rencana kegiatan tahun berikutnya sudah klir. Karena itu usulan perbaikan tanggul paling cepat dilakukan tahun ini.

“Jadi perlu diproses dulu dan itu juga perlu waktu ya karena menyangkut alat berat yang akan dipakai. Sebab alat itu kan mobile. Daerah lain juga membutuhkan. Makanya nanti juga melihat prioritas mana yang didahulukan,“ kata Anton. (tom/fun) Editor : Jawanto Arifin
#bencana pasuruan #tanggul kali petung jebol #pemkot pasuruan