Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan Samsul Hadi mengatakan, reptil-reptil itu kebanyakan muncul di permukiman yang berdekatan dengan sungai. Lebih-lebih, rumah yang di sekitarnya ditumbuhi semak-semak, alang-alang, atau tanaman rimbun. Di situlah biasanya reptil tinggal atau membangun sarang.
”Selama ini binatang itu muncul dari muara sungai. Juga tumpukan alang-alang, genting, dan semacamnya,” ujarnya.
Kata Samsul, setiap makhluk hidup yang lapar tentu membutuhkan makanan. Termasuk hewan. Mereka akan pergi mencarinya. Jika tidak menemukannya di sekitar sarang, hewan itu akan pergi ke tempat lain.
Ular kobra pun demikian. Ular berbisa itu ditemukan sekitar pukul 08.43 di rumah Budiwati Jalan Veteran, Kelurahan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Adapun biawak berukuran lumayan besar masuk ke kamar Novan, warga RT 1 RW 4 Bugul Kidul, sekitar pukul 12.00.
”Pemilik rumah lapor karena takut dengan hewan itu,” kata Samsul.
Menurut cerita Budiwati, ular kobra itu melewati lorong di samping rumahnya. Di dekat tumpukan genting, ada plastik. Kemudian plastik itu tiba-tiba berbunyi mencurigakan. Budiwati penasaran. Dia pun menoleh. Tentu saja kaget melihat seekor ular kobra mengangkat kepalanya.
Budiwati takut. Dia langsung memberi tahu suaminya. Karena ularnya kobra, keluarga Budiwati berpikir dua kali untuk mengevakuasinya sendiri. Mereka segera menghubungi BPBD Kota Pasuruan. Respons segera datang.
Masuknya biawak ke kamar keluarga Novan juga membuat kaget pemilik rumah. Biawak itu muncul dari salah satu lubang di kamar. Mereka takut setengah jijik. Pemilik rumah tidak berani mengevakuasi. Bahkan, menyentuh pun tidak. Mereka langsung menghubungi BPBD Kota Pasuruan. Langsung direspons juga oleh petugas.
Personel Damkar Kota Pasuruan tiba di lokasi. Mereka mengenakan baju pengaman. Khawatir diserang hewan liar tersebut. Benar saja, biawak langsung membuka mulutnya begitu melihat petugas. Saat hendak dipegang lehernya, lagi-lagi biawak itu membuka mulut. Lalu, merayap ke dinding hingga ke jendela. Petugas pun langsung mengepungnya. ”Biawak dapat diamankan,” ujar Samsul.
Dia berharap warga tetap waspada. Ketidaksengajaan manusia terkadang membuat hewan merasa terganggu. Kemudian, melindungi diri dengan cara menyengat, menggigit, dan semacamnya. Terlebih lagi anak-anak balita. Mereka harus dijaga. (mg/far) Editor : Jawanto Arifin