Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sungai Petung Meluber ke Jalan, Buk Wedi Memang Perlu Ditinggikan

Jawanto Arifin • Rabu, 30 November 2022 | 06:08 WIB
TENGGELAM: Jalan Ir Juanda yang tergenang air. Nampak Buk Wedi yang tergenang akibat Sungai Petung meluap, Selasa (29/11) petang. (Foto: Fuad Alyzen/Jawa Pos Radar Bromo)
TENGGELAM: Jalan Ir Juanda yang tergenang air. Nampak Buk Wedi yang tergenang akibat Sungai Petung meluap, Selasa (29/11) petang. (Foto: Fuad Alyzen/Jawa Pos Radar Bromo)
BUGUL KIDUL, Radar Bromo - Sejumlah warga wilayah jembatan Buk Wedi Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan dibuat waswas. Ini terjadi saat air Sungai Petung meluap. Warga bahkan sampai keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, air dari sungai mengalir hingga 500 meter dari barat dan timur jembatan. Warga keluar rumah melihat kondisi air. Antisipasi jika air makin meninggi.

Luapan air bahkan harus mengganggu akses di jalur pantura karena Jalan Ir Juanda tertutup air. Berdasarkan informasi, salah satu pengendara motor terjatuh lantaran licin.

Photo
Photo


Seperti yang diungkapkan Wiwin, 45, salah satu warga. Dia mengatakan, dirinya merasa ketakutan saat debit air semakin meninggi. Hingga akhirnya meluap ke jalan, dirinya memutuskan keluar rumah bersiap siaga lantaran air sungai mengalir sampai kerumahnya.

“Takut dengan kondisi sungai seperti itu (meluap). Ya keluar takut semakin besar,” ujar warga RT 1/RW 1, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul.

Katanya, saat meluap, Kota Pasuruan sejatinya tak turun hujan. “Untungnya tidak makin besar. Karena semakin besar takut. Makanya ke sini,” kata guru SMP 11 Kota Pasuruan itu.



Senada disampaikan Rifa’i, 54. Dia mengatakan tiga jam sebelumnya, dirinya sedang menggembala sebelas kambingnya di area Sungai Petung. Dia pun mendapat kabar bahwa sungai meluap. Seketika itu dia langsung membawa kambingnya pulang.

“Iya katanya dari Pasrepan banjir itu menuju Sungai Petung. Langsung saya bawa pulang kambingku takut kebawa banjir. Dan memantau karna banjir meluap di area jembatan Buk Wedi,” jelasnya.

Camat Bugul Kidul Alyasa Akbar mengatakan, warga sudah terbiasa dengan keadaan banjir di wilayah jembatan Buk Wedi. Mayoritas jika ada banjir mereka sudah mengantisipasi dengan mengondisikan mengarahkan aliran banjir itu ke drainase.

“Agar tidak masuk ke rumah warga. Jadi warga mengarahkan banjir itu ke darinase,” ujarnya.

Alyasa mengaku pihaknya memutuskan terjun ke lapangan untuk memastikan warganya baik-baik saja. Alyasa menambahkan, informasinya ada pengendara motor yang jatuh lantaran kondisi jalannya licin. Sehingga saat pengendara melintas dengan kecepatan pastinya akan terjatuh.

Katanya, seringnya banjir meluap di jembatan buk wedi ini lantaran kondisi jembatannya kecil. Jadi, permukaan air ke jembatan hanya selisih. Sehingga saat banjir besar dari hulu ke hilir, tak memungkinkan air akan meluap.

“Kami sudah mengajukan peninggian itu, namun prosesnya panjang karena membutuhkan kajian yang matang,” katanya.



Kalaksa BPBD Kota Pasuruan Samsul Hadi menjelaskan pihaknya bersiap siaga berada di lokasi untuk memastikan keamanan warga. Sejak pukul 16.00 hingga pukul 17.00 air sudah meluap. Sembari menunggu air surut pihaknya akan menyiram lumpur akibat luapan air keruh dari arus Sungai Petung.

“Karena jika tidak dibersihkan jalan akan jadi licin dan membahayakan pengendara roda dua,” katanya.

Kemudian sejumlah material diangkut untuk mengurangi kotoran di jalanan, diangkut menggunakan mobil PUPR Kota Pasuruan untuk membuangnya ke TPA. “Sudah empat kali pembuangan ke TPA material itu,” ujarnya.

Kanit Patroli Satlantas Polres Pasuruan Kota Iptu Rio Sagita mengatakan, banjir sempat menyebabkan kemacetan mencapai 1 kilometer. Mulai dari Buk Wedi ke timur ke barat. Sehingga kendaraan diupayakan dialihkan melewati jalan tembus terminal baru ke selatan.

“Kami bekerja sama untuk menutup jalan selama proses pembersihan lumpur di jalan,” ujarnya. (mg/fun) Editor : Jawanto Arifin
#normalisasi sungai #peninggian jembatan #kali petung #banjir pasuruan #jembatan buk wedi