Warga Desa Sukorejo, Kacamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, itu ditemukan Minggu (16/10), pukul 09.30. Bocah yang diduga hanyut saat mandi di Sungai Welang itu ditemukan di perbatasan laut dan sungai di Desa Semare, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.
Jasad Nr ditemukan oleh Zainuri. Seorang nelayan yang hendak mencari kupang di Desa Semare. Jaraknya sekitar 200 meter dari lokasi Nr hilang.
“Korban ditemukan mengambang di muara Sungai Welang oleh seorang nelayan yang hendak mencari kupang,” terang anggota BPBD Kota Pasuruan, Nurul Fattah.
Melihat ada mayat mengambang, Zainuri pun mendekati. Dia langsung mengecek kondisi mayat. Saat itulah Zainuri mengetahui korban adalah Nr.
Zainuri sendiri sebenarnya tidak kenal dengan Nr. Namun, sehari sebelumnya dia sempat mengetahui dari medsos bahwa ada dua bocah TK hanyut di sungai. Dari berita di medsos juga dia tahu bahwa korban berasal dari Sukorejo.
Karena itu, Zainuri pun langsung mengangkat jasad korban. Dia lantas membawa jasad itu menggunakan motornya. Bermaksud mengantar jasad korban ke rumahnya.
Dalam perjalanan ke Sukorejo, Zainuri bertemu dengan tim BPBD yang sedang mencari korban. Petugas BPBD lantas mengantar Zainuri ke rumah Kades Sukorejo.
Lantas bersama Kades Sukorejo, mereka mengantar jasad korban Nr ke rumahnya. Mereka tiba sekitar pukul 10.00 di rumah korban di Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek.
Informasi ditemukannya jasad Nr pun langsung menyebar cepat. Termasuk ayah korban. Karena itu, sang ayah pun langsung menjemput jasad anaknya.
Tepat saat dia keluar gang di rumahnya, dia bertemu dengan Zainuri, kades Sukorejo dan petugas BPBD yang membawa pulang jasad anaknya.
“Saya mendengar jasad anak saya ditemukan. Jadi saya langsung menjemputnya. Ketemu pas saya keluar gang,” tutur sang ayah.
Kedatangan jasad Nr pun disambut isak tangis keluarganya. Mereka tidak menyangka, bocah TK itu meninggal dengan cara hanyut di sungai.
Begitu sampai rumah, jasad korban pun langsung dimandikan. Setelah disalatkan, hari itu juga korban dimakamkan di sekitar rumahnya.
Ayah korban menjelaskan, Sabtu (16/10) sepulang sekolah sekitar pukul 10.00 sebenarnya Nr sempat pulang. Dia lantas ganti baju.
Saat itulah, MA mengajak main anaknya. Keduanya pun main di halaman yang ada di depan rumah. Saat azan Duhur terdengar, sang ayah mencari keduanya. Namun, saat itu keduanya tidak ada lagi di halaman.
“Saya sempat nyari, tapi kok sudah tidak ada. Ternyata ada warga yang melihat mereka terhanyut di sungai. Ketok tangane jare. Katanya tangannya kelihatan,” ungkapnya.
Petugas Bidang Kedarutan dan Logistik di BPBD Kota Pasuruan Anang Sururin mengatakan, Nr ditemukan saat petugas masih melakukan proses pencarian di area Sungai Welang dekat rel. Waktu itu, petugas masih menyisir sepanjang sungai.
“Belum sampai di sana kita. Sedangkan satu korban lagi sampai saat ini belum ditemukan,” ujarnya.
Koordinator Lapangan Basarnas Kota Pasuruan Ainul Makhdin menyatakan, jasad Nr ditemukan dalam keadaan mengambang di muara Sungai Welang. Bagian kepala mengalami memar dan luka lecet.
“Mungkin saat terhanyut di sungai terkena benturan,” ungkapnya. (mg/hn) Editor : Ronald Fernando