Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mandi di Sungai, Dua Bocah TK di Pasuruan Hanyut

Jawanto Arifin • Minggu, 16 Oktober 2022 | 06:15 WIB
LANGSUNG CARI KORBAN: BPBD Kabupaten dan Kota Pasuruan serta tim SAR, langsung mencari korban di sepanjang aliran Sungai Welang, tempat dua korban hanyut, Sabtu (15/10) siang saat mandi berdua. (Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)
LANGSUNG CARI KORBAN: BPBD Kabupaten dan Kota Pasuruan serta tim SAR, langsung mencari korban di sepanjang aliran Sungai Welang, tempat dua korban hanyut, Sabtu (15/10) siang saat mandi berdua. (Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)
PASURUAN, Radar Bromo - Baru berusia enam tahun. Namun Muhammad Arka dan Naura, sudah mandi di sungai tanpa pengawasan. Malangnya, saat mandi itu mereka hanyut terbawa arus sungai.

Bahkan, hingga berita ini ditulis, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, itu belum ditemukan. Walaupun, pencarian pada keduanya langsung dilakukan begitu mereka diketahui hanyut, Sabtu (15/10).

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, kedua bocah itu hanyut pukul 12.00. Saat itu, bocah laki-laki dan perempuan warga Dusun Duyo itu baru pulang sekolah di sebuah Taman Kanak-kanak (TK).

Mereka lantas mandi di aliran sungai Welang. Namun, beberapa saat kemudian air sungai mulai meninggi. Saat itulah, keduanya terseret arus air sungai.

Kepala Desa Sukorejo, Muhammad Fauzi mengatakan, sebelum hanyut kedua korban sebenarnya mandi di tepian sungai Welang. Tidak di tengah. Mereka hanya berdua waktu itu, tidak ditemani siapapun.

Lalu tiba-tiba, air sungai mengalir deras. Kedua korban pun langsung terseret arus sungai.

“Namanya anak kecil, nggak bisa berenang kan. Jadi mereka langsung hanyut. Satu laki-laki dan satunya perempuan," katanya.



Sementara itu, kedua orang tua korban gelisah karena anak mereka tak kunjung pulang. Padahal seharusnya mereka sudah pulang. Sebab, jam pulang sekolah sudah lama lewat.

Kedua orang tua korban pun saling bertanya satu sama lain. Kebetulan keduanya bertetangga. Namun, mereka sama-sama tak menemukan jawabannya. Tidak tahu, di mana kedua anak mereka berada.

"Akhirnya kedua orang tua korban sama-sama mencari. Saat mencari itulah mereka dapat kabar anaknya hilang. Ada yang melihat mereka mandi di sungai," tuturnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan pun langsung dilapori tentang hilangnya kedua anak itu. Saat itu juga, BPBD langsung menurunkan tim untuk mencari korban. Tim membawa perahu karet dan menelusuri sungai tempat kedua korban hanyut.

Bahkan hanya BPBD Kabupaten Pasuruan, bahkan BPBD Kota Pasuruan juga ikut turun membantu. Personel dua BPBD ini mencari kedua korban sekitar 5 jam lamanya. Sayang, kedua bocah itu belum ditemukan hingga tadi malam.

Karena hari mulai gelap, pencarian pada keduanya dihentikan. Rencananya, pencarian akan dilanjutkan besok (16/10).

"Untuk hari pertama ini belum ditemukan. Kami akan lanjutkan pencarian besok," kata Ridwan Harris, Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan.



Sementara itu, Kapolsek Pohjentrek Iptu Sukrisno menjelaskan, pihaknya juga langsung turun ke lokasi setelah mendapat laporan bahwa ada dua bocah hanyut di sungai Welang. Petugas membantu pencarian yang dilakukan BPBD. Katanya, pencarian dilakukan hingga pukul 17.00. Tapi kedua korban belum ditemukan.

"Ini kami masih mengupayakan pencarian bersama BPBD dan tim SAR," ujarnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara menurut Sukrisno, kedua korban diduga hanyut setelah terpeleset saat bermain di pinggir sungai Welang. "Mereka terpeleset ketika main di pinggir sungai," terangnya. (sid/hn) Editor : Jawanto Arifin
#hanyut di sungai #bocah hanyut #sungai welang