Pelantikan itu digelar di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Sabtu (27/8) siang. Selain Yudha, juga dilantik enam pejabat eselon IIB yang memenangkan lelang jabatan sebagai kepala dinas dan staf ahli.
Ada Camat Prigen Tri Krisni Astuti dilantik menjadi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Kabag Umum Mujiono dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan dan Kabag Protokol Agus Mashadi dilantik menjadi Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan.
Untuk jabatan kepala dinas, ada Kabag Tata Pemerintahan Ridho Nugroho dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Camat Gempol Taufiqul Ghoni dilantik menjadi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Terakhir Sekretaris Dinas PU Bina Marga Eko Bagus Wicaksono dilantik menjadi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Gus Irsyad panggilannya usai pelantikan menegaskan, dalam pendaftaran lelang jabatan memang tidak ada yang mendaftar sebagai sekda. Begitu juga saat pendaftaran itu diperpanjang. Tetap tidak ada yang mendaftar.
"Iya memang tidak ada yang daftar. Kemudian panitia melakukan assesmen terhadap ASN yang memenuhi syarat. Ketemulah lima orang," katanya.
Lima orang tersebut yakni Ahmad Khasani, Saifudin Ahmad, Hanung, Tri Agus Budiharto dan Triwidya Sasongko. Mereka semua lantas diundang untuk mengikuti lelang jabatan sekda.
Mereka juga melalui tes dan ujian selayaknya lelang jabatan sekda. Dari lima orang itu, lantas dipilih tiga terbaik. Dan dari tiga orang terbaik, terpilih Yudha sebagai Sekda.
"Jadi sudah berdasarkan hasil assesmen dan rekomendasi. Baik dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) hingga Gubernur Jawa Timur. Jadi sudah sesuai ketentuan. Bukan faktor like and dislike dan lain sebagainya," terangnya.
Bupati dua periode itupun berharapm Yudha langsung bisa bertugas. Utamanya bukan hanya mampu berkoordinasi dalam internal Pemkab Pasuruan. Melainkan cakap dalam berkoordinasi dengan pihak luar atau eksternal Pemkab Pasuruan.
Misalnya berkoordinasi dengan Badan Anggaran. Juga mampu menjadi juru bicara Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan dalam mempresentasikan visi misi dan kebijakan serta prioritas pembangunan daerah.
"Harapannya, Sekda itu tidak hanya bisa berkoordinasi di internal Pemda, tapi juga eksternal. Karena Sekda itu juga Ketua Tim Anggaran,” terangnya.
Menurutnya, Sekda harus bisa mengomunikasikan anggaran. Juga harus cakap mengimplementasikan semua kebijakan Bupati, hal-hal yang harus dikomunikasikan dengan Badan Anggaran, sampai mengkoordinir OPD. Terutama implementasi penyusunan program, kegiatan dan prioritas pembangunan.
Sementara Yudha setelah dilantik menjadi Sekda Kabupaten Pasuruan berjanji akan melaksanakan amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Ia pun memohon dukungan semua pihak. Mulai Kepala Daerah yang telah memberikan kepercayaan, hingga para kepala OPD dan seluruh karyawan Pemkab Pasuruan.
"Insya Allah berusaha semaksimal mungkin melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Mohon dukungan semua pihak, semua teman-teman kepala OPD dan support pimpinan. Karena ini akan saya jadikan motivasi untuk berbuat lebih baik lagi," jelas lelaki kelahiran 17 Mei 1974 ini.
Yudha sendiri mengaku tak mengetahui bahwa dirinyalah yang akan dilantik menjadi Sekda. Ia baru tahu akan dilantik saat datang ke acara pelantikan.
"Saya tidak tahu sama sekali. Sampai ketika Pak Bupati masuk ke pendapa, barulah saya diminta berdiri di depan dan paling tengah," ungkapnya. (sid/hn) Editor : Jawanto Arifin