Masyarakat begitu antusias memamerkan kreasinya dalam berbusana dengan kostum-kostum unik. Temanya pun beragam. Ada kostum bertema kerajaan, etnik, kontemporer, hingga beragam kostum unik lainnya.
Warga Desa Jerukpurut, Kecamatan Gempol, misalnya. Melalui Pojok Fashion Carnival, ratusan warga menggelar pawai keliling kampung dengan menampilkan busana-busana unik.
Ketua Karang Taruna Dusun Pojok, Desa Jerukpurut, Kecamatan Gempol, Beni Habibi menguraikan, momen peringatan kemerdekaan tahun ini terasa spesial. Sebab, masyarakat bisa kembali menyemarakkannya setelah dua tahun vakum imbas pandemi Covid-19. Jadi, banyak warga yang antusias mengeksplorasi diri. Mereka tampil unik saat pawai atau karnaval. Warga Jerukpurut pun demikian. Ada beragam tema yang ditampilkan. Mulai tema kerajaan, suporter bola, tentara, hingga busana adat.
”Sebagian merupakan kreasi warga yang dirancang lama. Seperti tema kerajaan. Tiga bulan membuatnya. Sebagian lainnya kostum sewa dari luar daerah,” ujarnya. Meski harus berkorban merogoh kocek sendiri, mereka mau tampil habis-habisan.
Tidak hanya masyarakat di desa-desa. Sekolah-sekolah pun tidak mau ketinggalan untuk berkreasi dalam fashion. Misalnya, MAN 1 Pasuruan di Bangil. Para siswa berunjuk kebolehan lomba fashion bertajuk Green Recycle Fashion Week 2022 pada Sabtu kemarin (20/8).
Menurut Toni Jakfar, guru seni MAN 1 Pasuruan, lomba fashion berbahan daur ulang sampah plastik itu tidak hanya menampilkan keterampilan siswa berlenggak-lenggok di atas karpet merah. Mereka juga ditantang untuk merancang busana sekreatif-kreatifnya. Bahan baku yang dipakai adalah limbah plastik dan kertas. Ada 24 kreasi siswa yang dilombakan kemarin.
"Ini mengajarkan kita semua untuk bisa mengelola limbah, khususnya plastik dan kertas, agar berdaya guna," beber Toni saat mendampingi Kepala MAN 1 Pasuruan Nasrudin. (one/far) Editor : Jawanto Arifin