Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Minim Fasilitas Olahraga di Timur Kota Pasuruan

Jawanto Arifin • Selasa, 19 Juli 2022 | 16:35 WIB
MANFAATKAN LAHAN TERMINAL: Sejumlah bocah bermain sepak bola di sisi selatan terminal Untung Suropati, saat sore. (Foto: Fandi Armanto/Jawa Pos Radar Bromo)
MANFAATKAN LAHAN TERMINAL: Sejumlah bocah bermain sepak bola di sisi selatan terminal Untung Suropati, saat sore. (Foto: Fandi Armanto/Jawa Pos Radar Bromo)
BUGUL KIDUL, Radar Bromo - Belum semua kecamatan tersedia fasilitas olahraga memadai. Jangankan fasilitas olahraga yang lengkap. Tempat olahraga seperti lapangan saja belum tersedia dengan baik.

Lahan yang minim menjadi penyebabnya. Tak sedikit anak-anak memanfaatkan tanah lapang seperti kebun, untuk bermain sepak bola. Bahkan di sekitar Bugul Kidul, hampir tiap sore bocah-bocah memanfaatkan terminal Untung Suropati sebagai tempat olahraga.

Seperti yang terpantau Jawa Pos Radar Bromo beberapa waktu lalu. Ada belasan anak-anak yang tengah bermain bola di sisi timur terminal. Di sana mereka memanfaatkan lahan yang tak banyak dilalui hilir-mudik kendaraan umum.

Hanya dengan memanfaatkan bola plastik hingga sandal jepit sebagai gawang, mereka nampak asyik bermain bola. “Hampir setiap hari kami bermain di sini. Kalau mau bermain serius, ya di stadion atau ikut SSB (sekolah sepak bola),” kata Ahmad Syaroni, 12, salah satu bocah.

Asyiknya Ahmad Syaroni dkk bermain sepak bola di lahan terminal adalah potret minimnya fasilitas olahraga di kawasan timur Kota Pasuruan. Kawan-kawan seusia Ahmad Syaroni juga mengaku, selain di terminal, biasanya mereka berolahraga di lahan dekat sawah.

“Kalau di dekat sini (Blandongan, Red) tidak ada lapangan. Adanya sawah yang sudah tidak ditanam. Tapi tidak enak kalau dipakai main. Tanahnya tajam. Terasa walau sudah pakai sepatu,” imbuh Soleh, 14, bocah lainnya.

Alasan itulah yang membuat dia dan anak-anak lainnya, bermain di terminal. Meski alasnya dari paving, minimal mereka bisa menggiring bola dengan mulus. Meski sebenarnya cedera bisa menghantui mereka bilsa terjatuh.



Minimnya fasilitas olahraga di wilayah timur kota, juga diakui Dwi Permana, 37. Mantan pemain Persekap yang kini serius menekuni dunia kepelatihan mengaku, sebenarnya bukan hanya di wilayah timur yang minim fasilitas.

Banyaknya lahan yang berubah menjadi rumah, menjadi penyebabnya. Berbeda dengan kondisi di Kabupaten Pasuruan yang masih memiliki lahan sangat luas. “Untuk itu harus berjalan sendiri, guna membangun lapangan olahraga,” ujar warga Kelurahan Bugul Lor, Kota Pasuruan.

Di sisi lain, minimnya fasilitas olahraga ini, sejatinya sudah diketahui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Pasuruan. Kepala Disparpora Basuki menyatakan, sebenarnya pihak kami sudah mengusulkan sejumlah sarpras, guna pembangunan lapangan olahraga. Utamanya di wilayah timur.

Usulan tersebut berupa proposal yang terajukan ke Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pasuruan.

“Proposal itu sudah diajukan ke Bappeda untuk disampaikan ke kementerian olahraga, salah satunya Blandongan area Terminal Suropati,” ujarnya.

Tidak hanya itu. Ada sejumlah usulan pembangunan di wilayah bagian selatan itu. Di antaranya adalah: Kelurahan Tepel, Bugul Lor, dan Desa Sebani. Rencana itu berupa pembangunan sepak bola. Sebab, mayoritas warga menyukai olahraga sepak bola. Selain itu ada lapangan voli.

Setelah pengajuan, Disparpora berharap, pembangunan fasilitas olahraga bisa terwujud. Agar masyarakat bisa berolahraga dengan layak. “Kami berupaya memenuhi, agar ada kemanfaatan bagi masyarakat. Khususnya wilayah timur Kota Pasuruan,” katanya. (mg/fun) Editor : Jawanto Arifin
#kota pasuruan #lapangan kota pasuruan #fasilitas olahraga