Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pandemi Melandai, Wisata Tengger Kini Tak Gratis Lagi

Jawanto Arifin • Minggu, 19 Juni 2022 | 23:16 WIB
MULAI DITARIK: Kawasan pintu masuk wisata Tengger di Kecamatan Tosari. (Dok. Radar Bromo)
MULAI DITARIK: Kawasan pintu masuk wisata Tengger di Kecamatan Tosari. (Dok. Radar Bromo)
PASURUAN, Radar Bromo - Selama dua tahun pandemi Covid-19 melanda, Pemkab Pasuruan menghentikan penarikan retribusi untuk wisata budaya Suku Tengger. Saat ini, karena pandemi melandai, retribusi pun ditarik lagi.

Pada 2021, target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi wisata Budaya Tengger sekitar Rp 220 juta. Target ini berdasar evaluasi karena kondisi masih pandemi. Pada 2022 ini, target PAD dari destinasi tersebut menjadi Rp 120 juta.

Memang targetnya tidak naik. Karena pemkab sendiri masih baru melakukan penarikan retribusi selama masa pandemi. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Pasuruan Eka Wara Brehaspati mengatakan, penarikan retribusi untuk kawasan Tengger memang sudah dilakukan lagi.

”Kami hanya menarik yang masuk ke Tosari. Kalau Bromo kan bukan kami. Itu ranahnya TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru),” katanya.

Eka menambahkan, penarikan retribusi tersebut sudah sesuai peraturan daerah. Ada tiga wisata yang dikenakan retribusi di Kabupaten Pasuruan. Yakni, Wisata Alam Banyubiru, wisata Ranu Grati, dan wisara Budaya Tengger. Ini diharapkan bisa menyumbang PAD.

"Tahun ini pasti targetnya dinaikkan. Kami masih melihat-lihat. Yang pasti pada perubahan aggaran keuangan (PAK) nanti dibahas," tuturnya.



Khusus retribusi wisata Budaya Tengger, ada dua lokasi penarikan. Pertama, titik wisata di Desa Baledono. Kedua Desa Mororejo. Kedua desa tersebut berbatasan dengan Puspo dan Tutur. Dari Pasuruan menuju Tosari memang ada dua jalur. Lewat jalur Puspo dan lewat jalur Tutur.

"Tapi kalau Bromo tutup pasti sepi," tandas Eka. (sid/far)
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Jawanto Arifin
#wisata tengger #pemkab pasuruan #kecamatan tosari