Hal inilah membuat kesadaran untuk memeriksakan diri atau deteksi dini kurang. Sehingga banyak yang baru periksa ketika terjadi komplikasi, bahkan berakibat kematian lebih dini.
Untuk meminimalisir tingginya PTM yang ada di wilayah unit organisasi bersifat fungsional (UOBF) Puskesmas Pohjentrek, memiliki Posyandu Lansia dan Posbindu. Puskesmas Pohjentrek juga melaksanakan skrining kesehatan lansia dengan cara door to door. Kegiatan ini dilakukan perawat, bidan desa dan petugas promosi kesehatan. Tujuan kegiatan skrining kesehatan lansia adalah meningkatkan kesadaran pada lansia untuk memelihara kesehatan sendiri, meningkatkan kemampuan dan peran serta keluarga dan masyarakat dalam mengatasi kesehatan lansia.
“Dengan skrining door to door ini, diharapkan lansia yang belum pernah datang ke Posyandu Lansia atau Posbindu, mau memeriksakan kesehatan dan meningkatkan kesadaran untuk memelihara kesehatan. Ada lansia yang memiliki gula darah tinggi tetapi baru tahu saat kegiatan ini dan belum pernah periksa, akhirnya dirujuk untuk ke Puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut,” beber drg Achmas Muchtar, Kepala UOBF Puskesmas Pohjentrek.
Kegiatan skrining lansia meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, tekanan darah, pemeriksaan gula darah dan kegiatan konseling. Adanya kegiatan ini diharapkan dapat mendeteksi PTM yang tidak disadari oleh lansia sedini mungkin. (sid/fun) Editor : Jawanto Arifin