Camat Tosari Edy Priyanto mengatakan, telah melakukan penghitungan sementara kerugian akibat tanah longsor. Nilainya sekitar Rp 36,5 juta. Perinciannya, rumah yang paling parah sekitar Rp 30 juta dan rusak ringan Rp 3,5 juta. Keduanya berlokasi di Desa/Kecamatan Tosari. Sedangkan rumah yang rusak ringan di Desa Ngadiwono ditaksir nilai kerugiannya Rp 3 juta.
”Sudah kami ajukan. Semoga dapat bantuan,” katanya.
https://radarbromo.jawapos.com/pasuruan/19/02/2022/longsor-di-tosari-timpa-tiga-rumah-dan-tutup-jalan/
Edy berpesan kepada seluruh warganya dan wisatawan agar selalu berhati-hati. Sebab, wilayahnya memang masuk kategori daerah rawan bencana longsor. Intensitas hujan tinggi dan tanah rawan ambrol.
”Jaga diri baik-baik. Kalau hujan segera berteduh di tempat yang aman,” tuturnya.
Menyikapi jalan longsor di Tosari, berbagai instansi langsung turun ikut menanganinya. Baik warga, ormas, TNI, maupun Polri. Ketika ada longsor, mereka secara serentak mengevakuasi longsoran. Sehingga jalan segera bisa dilalui.
”Cepat ditangani. Semua pihak turun ikut melakukan penanganan,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, longsor terjadi di Kecamatan Tosari pada Jumat siang (18/2). Akibatnya, tiga rumah di dua desa terdampak. Dua di antaranya masuk Desa Tosari. Satunya masuk Desa Ngadiwono. Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. (sid/far) Editor : Jawanto Arifin