Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Menanam 5000 Pohon di Program Konservasi “Rejoso Menabung Air 2021”

Jawanto Arifin • Senin, 22 November 2021 | 12:15 WIB
PENYERAHAN BIBIT: Kades Galih Eko Miwanto (tengah) bersama perwakilan relawan komunitas penggiat lingkungan yang terlibat dalam penanaman 5.000 pohon dalam program Rejoso Menabung Air 2021. (Foto: Istimewa)
PENYERAHAN BIBIT: Kades Galih Eko Miwanto (tengah) bersama perwakilan relawan komunitas penggiat lingkungan yang terlibat dalam penanaman 5.000 pohon dalam program Rejoso Menabung Air 2021. (Foto: Istimewa)
Beberapa pekan terakhir, media massa banyak memberitakan risiko bencana hidrogeologi yang terjadi sepanjang musim hujan tahun ini. Menyikapi hal itu, Pemkab Pasuruan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Khususnya, pada intensitas curah hujan yang meninggi selama beberapa pekan ke depan. Selain itu, perlu juga ditambah dengan langkah-langkah mitigasi lingkungan dalam menanggulangi risiko bencana di beberapa daerah kritis.

-------------

HAL inilah yang menggerakkan PT Tirta Investama Aqua Keboncandi bersama Yayasan Sekola Konang Indonesia (YSKI) dan masyarakat Desa Galih, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, melakukan kegiatan penanaman pohon di lereng bukit dan tebing sungai yang kritis. Upaya mitigasi lingkungan ini adalah kontribusi Program CSR PT Tirta Investama Aqua Keboncandi pada kampanye rehabilitasi hutan dan lahan bertema “Rejoso Menabung Air 2021”.

Melalui kegiatan ini, sekurangnya 5.000 bibit pohon ditanam dalam dua tahap kegiatan penanaman. Sebanyak 2.500 bibit telah ditanam saat rangkaian acara Hari Cinta Puspa dan Satwa tanggal 5 November 2021 di Hutan Lindung Perhutani petak 12 RKPH Keduwung, KPH Pasuruan. Selebihnya, kembali ditanam 2.500 bibit pada 21 November 2021 di lokasi yang sama dalam puncak peringatan Hari Pohon Sedunia.

Photo
Photo
PENANAMAN KEDUA: Salah satu titik penanaman 2.500 bibit pohon di Hutan Lindung Perhutani petak 12 RKPH Keduwung, KPH Pasuruan, Minggu (21/11). Penanaman itu sekaligus sebagai puncak peringatan Hari Pohon Sedunia. (Foto: Istimewa)

Sebelumnya pula di Desa Galih, PT Tirta Investama Aqua Keboncandi bersama Yayasan Sekola Konang Indonesia telah membangun 9 unit sumur resapan. Juga membuat roroak sepanjang 260 meter sebagai upaya menghalau laju run off atau limpasan air hujan. Hal ini dilakukan sebagai upaya mitigasi lingkungan untuk menanggulangi bencana hidrogeologi pada puncak curah hujan tahun ini.

Stakeholder Relation (SR) Manager PT Tirta Investama Aqua Keboncandi Hari Wicaksono mengatakan, penanaman 5.000 pohon itu merupakan bagian dari program Coorporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan secara berkesinambungan pada kawasan recharge area. Di mana pelibatan stakeholder dan masyarakat setempat dalam berbagai kegiatan penyelamatan lingkungan hidup adalah tujuan utamanya.

Photo
Photo
RELAWAN: Sekurangnya 60 relawan terlibat dalam penanaman pohon program konservasi Rejoso Menabung Air 2021. Terdiri dari perwakilan relawan BPBD Kabupaten Pasuruan, relawan Aqua Keboncandi dan anggota jejaring Sekolah Mitra Taman Kehati Aqua (STOMATA). (Foto: Istimewa)

Sementara koordinator kegiatan penanaman 5.000 pohon dari YSKI, Adysti Fauziyah menyampaikan, kegiatan tersebut melibatkan sekurangnya 60 relawan. Terdiri dari perwakilan relawan BPBD Kabupaten Pasuruan, relawan Aqua Keboncandi dan anggota jejaring Sekolah Mitra Taman Kehati Aqua (STOMATA). Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Galih di bawah pimpinan Kades Eko Miwanto, Muspika Kecamatan Pasrepan, Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD Kabupaten Pasuruan.

Dalam wawancara terpisah, Sekdes Joko Wignyo menyambut baik partisipasi para pihak dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Dirinya juga mengapresiasi tim relawan kegiatan penanaman 5.000 pohon ini. Mereka telah berkontribusi menggerakkan masyarakat desa Galih agar peduli terhadap penyelamatan hutan dan lahan kritis. Mengingat Desa Galih adalah salah satu daerah rawan bencana tanah longsor akibat curah hujan tinggi. (*) Editor : Jawanto Arifin
#das rejoso #konservasi sungai rejoso #yayasan sekola konang indonesia