-------------
HAL inilah yang menggerakkan PT Tirta Investama Aqua Keboncandi bersama Yayasan Sekola Konang Indonesia (YSKI) dan masyarakat Desa Galih, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, melakukan kegiatan penanaman pohon di lereng bukit dan tebing sungai yang kritis. Upaya mitigasi lingkungan ini adalah kontribusi Program CSR PT Tirta Investama Aqua Keboncandi pada kampanye rehabilitasi hutan dan lahan bertema “Rejoso Menabung Air 2021”.
Melalui kegiatan ini, sekurangnya 5.000 bibit pohon ditanam dalam dua tahap kegiatan penanaman. Sebanyak 2.500 bibit telah ditanam saat rangkaian acara Hari Cinta Puspa dan Satwa tanggal 5 November 2021 di Hutan Lindung Perhutani petak 12 RKPH Keduwung, KPH Pasuruan. Selebihnya, kembali ditanam 2.500 bibit pada 21 November 2021 di lokasi yang sama dalam puncak peringatan Hari Pohon Sedunia.
Sebelumnya pula di Desa Galih, PT Tirta Investama Aqua Keboncandi bersama Yayasan Sekola Konang Indonesia telah membangun 9 unit sumur resapan. Juga membuat roroak sepanjang 260 meter sebagai upaya menghalau laju run off atau limpasan air hujan. Hal ini dilakukan sebagai upaya mitigasi lingkungan untuk menanggulangi bencana hidrogeologi pada puncak curah hujan tahun ini.
Stakeholder Relation (SR) Manager PT Tirta Investama Aqua Keboncandi Hari Wicaksono mengatakan, penanaman 5.000 pohon itu merupakan bagian dari program Coorporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan secara berkesinambungan pada kawasan recharge area. Di mana pelibatan stakeholder dan masyarakat setempat dalam berbagai kegiatan penyelamatan lingkungan hidup adalah tujuan utamanya.
Sementara koordinator kegiatan penanaman 5.000 pohon dari YSKI, Adysti Fauziyah menyampaikan, kegiatan tersebut melibatkan sekurangnya 60 relawan. Terdiri dari perwakilan relawan BPBD Kabupaten Pasuruan, relawan Aqua Keboncandi dan anggota jejaring Sekolah Mitra Taman Kehati Aqua (STOMATA). Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Galih di bawah pimpinan Kades Eko Miwanto, Muspika Kecamatan Pasrepan, Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD Kabupaten Pasuruan.
Dalam wawancara terpisah, Sekdes Joko Wignyo menyambut baik partisipasi para pihak dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Dirinya juga mengapresiasi tim relawan kegiatan penanaman 5.000 pohon ini. Mereka telah berkontribusi menggerakkan masyarakat desa Galih agar peduli terhadap penyelamatan hutan dan lahan kritis. Mengingat Desa Galih adalah salah satu daerah rawan bencana tanah longsor akibat curah hujan tinggi. (*) Editor : Jawanto Arifin