Bocah itu bernama Fahmi, 13; dan Silvi Rahma, 17. Mereka adalah warga Kelurahan Randusari, Kecamatan Gadingrejo. Fahmi dan Silvi kehilangan orang tua secara mendadak. Terpapar Covid-19, dirawat, kemudian meninggal.
Berkali-kali Risma menepuk punggung keduanya. Memeluk erat Fahmi dan Silvi. Merasakan betapa kesedihan melanda hati dua bocah tersebut.
Pemandangan pilu pun sangat terasa saat Risma hadir ke Kota Pasuruan, Sabtu (6/11). Risma datang untuk menyerahkan bantuan sosial dan bantuan rehabilitasi untuk korban Covid-19.
Tiba di GOR Untung Suropati sekitar pukul 10.00, Risma disambut Wawali Kota Pasuruan Adi Wibowo dan Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman. Di GOR, Risma menyerahkan bantuan sosial kepada perorangan dan kelompok yang membutuhkan bantuan. Seperti penyandang disabilitas hingga lansia.
Dalam sambutannya, Risma menyatakan bantuan itu diberikan untuk memotivasi seluruh masyarakat Indonesia. Semua warga memiliki hak yang sama untuk maju. Dia berharap, bantuan itu bisa membantu mereka yang kekurangan untuk hidup lebih baik.
”Semua pasti bisa asalkan ada tekad. Semoga bantuan bagi disabiltas maupun lansia ini bisa meringankan beban. Sekaligus membuat mereka semakin termotivasi,” ungkap Risma.
Usai sambutan. Risma berinteraksi dengan 48 anak korban Covid-19. Mereka menjadi yatim dan piatu. Risma memotivasi mereka bahwa masa depan masih cerah dan panjang. Mereka harus tetap semangat menuntut ilmu agar menjadi orang yang berhasil.
Risma sempat bertanya. Adakah yang mereka ingin sampaikan. Rata-rata anak-anak itu menggeleng. Risma pun mendatangi Silvi dan Fahmi. Risma langsung memeluk erat keduanya. Berkali-kali menghibur dengan mengatakan, ”Fahmi kuat ya. Fahmi bisa dan Silvi harus kuat.”
Kesedihan serupa dialami oleh ratusan anak-anak lain. Mereka teringat orang tua yang sudah meninggal karena terkena Covid-19. Menurut Fahmi, ibunya meninggal pada Juli lalu. Dia anak pertama dan sangat dekat dengan sang bunda. Jadi, kehilangan itu begitu terasa.
”Sepertinya baru saja saya jalan-jalan sama ibu. Tapi, ibu sekarang sudah tidak ada,” ucap Fahmi dengan mata sembab.
Risma menyebutkan, Kemensos RI memberikan bantuan atensi Rp 600 ribu. Uang itu sudah ditransfer melalui rekening Bank Mandiri. Setiap bulannya, mereka akan menerima bantuan Rp 200 ribu. Langsung ditransfer ke rekening masing-masing. Sebelum meninggalkan Kota Pasuruan menuju Blitar, Risma sempat mengajak anak-anak itu untuk mengecek rekening melalui mobil layanan.
Dia berharap bantuan itu akan sedikit menolong. Sebab, anak-anak korban Covid-19 itu juga generasi bangsa yang punya masa depan. ”Jangan sampai tidak sekolah karena kehilangan tulang punggung. Semoga bantuan ini bisa membantu," terangnya. (riz/far) Editor : Jawanto Arifin