Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Blarr... Sepuluh Nelayan Pasuruan Luka Bakar saat Melaut      

Muhammad Fahmi • Jumat, 22 Oktober 2021 | 03:35 WIB
BERSANDAR: Kapal yang ditumpangi sejumlah nelan Kota Pasuruan saat merapat di Pelabuhan Kota Pasuruan. (M Busthomi/Radar Bromo)
BERSANDAR: Kapal yang ditumpangi sejumlah nelan Kota Pasuruan saat merapat di Pelabuhan Kota Pasuruan. (M Busthomi/Radar Bromo)
PASURUAN, Radar Bromo –Sebuah kapal nelayan di Kota Pasuruan meledak. Akibatnya beberapa penumpang diatasnya mengalami luka bakar. Ledakan diduga terjadi karena ada lampu penerangan kapal yang rusak. Namun polisi masih memastikan dugaan itu.

Kecelakaan laut tersebut terjadi Rabu (20/10) pagi. Beberapa nelayan berangkat ke laut dengan menumpangi kapal Sekar Gading 801 dari pelabuhan Pasuruan. Mereka memulai aktivitas mencari ikan sebelum terbitnya matahari. Sekitar pukul 05.00, kapal sudah berada di perairan yang jaraknya sekitar 2 mil dari daratan.

Saat itu, lampu penerangan kapal rusak. Salah satu anak buah kapal (ABK) berusaha memperbaikinya. Namun tak lama kemudian terjadi ledakan. Akibatnya 10 nelayan yang ada diatas kapal tersebut terluka. Korban rata-rata mengalami luka bakar pada kaki dan tangannya.

Lima diantaranya merupakan nelayan asal Kelurahan/Kecamatan Gadingrejo. Yaitu Ujik, Utman, Khotib, Muhammad, dan Hasan. Adapun nelayan asal Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo yakni Lutfi, Arifin dan Masguna. Dua nelayan lainnya, Mujianto dan Subekan berasal dari Kelurahan Tambaan, Kecamatan Panggungrejo.

Setelah itu, mereka sempat panik. Khawatir membuat kapal terbakar, lampu penerangan yang meledak itu kemudian dilempar ke laut. Sementara nahkoda langsung memerintahkan agar kembali ke pelabuhan. Sebab banyak korban terluka yang perlu segera mendapat pertolongan medis.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Bima Sakti Pria Laksana membenarkan insiden tersebut. Dia memastikan tidak ada korban meninggal dalam peristiwa pagi itu. Namun korban yang mengalami luka bakar masih dirawat di rumah sakit.

“Ada 10 korban yang sebagian mengalami luka bakar pada tangan dan kaki. Sekarang masih dirawat di rumah sakit,” kata Bima.

Setelah kejadian ledakan, para korban itu sempat dilarikan ke RSUD Bangil. Akan tetapi kondisinya perlu ditangani intensif. Sehingga korban di rujuk ke Surabaya dan Malang. Bima juga mengaku mendapat informasi ledakan terjadi akibat lampu penerangan yang sedang rusak. Namun timnya masih menyelidiki kasus itu lebih lanjut.

“Penyebab dan lain sebagainya, kami masih dalam penyelidikan,” tandasnya. (tom/mie)

  Editor : Muhammad Fahmi
#kecelakaan laut #nelayan pasuruan