Senin (27/9), Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan mengunjungi lokasi jalan yang rusak parah tersebut. Dia harus berjalan kaki untuk melihat dari dekat dan merasakan kondisi kerusakan. Terjal berbatu.
Menurut Dion –panggilan Sudiono-, jalan tersebut rusak sejak sekitar 15 tahun lalu. Warga sekitar sudah lama berharap ada perbaikan dari Pemkab Pasuruan. Sebab, sering terjadi pengendara jatuh dan celaka. Peternak sapi perah yang membawa susu pun sering rugi. Sepeda motor goyang-goyang. Susu muatan tumpah.
Karena belasan tahun tidak ada perbaikan, jalan yang semula sudah diaspal itu kembali berubah menjadi makadam. Batu-batu tajam. Bermunculan mencengkeram ban. Selain keamanan dan kenyamanan, ekonomi masyarakat sekitar pun terdampak.
”Masyarakat berharap segera ada perbaikan,” ungkapnya.
Pada 2021 ini, jalan tersebut diperbaiki. Warga pun menyambut gembira. Lebih-lebih, akses tersebut sebenarnya tidak hanya menghubungkan dua desa dalam satu kecamatan. Tapi, banyak warga desa dari berbagai kecamatan sering melewatinya ke berbagai tujuan. Misalnya, dari Kecamatan Tutur menuju Kecamatan Puspo.
Kemarin, Dion datang ke lokasi untuk melihat sendiri pengerjaan jalan tersebut berjalan dengan baik. ”Kami ingin memastikan perbaikan jalan ini manfaatnya juga dirasakan masyarakat,” katanya.
Kepala Desa Kalipucang, Kecamatan Tutur, Hariono menjelaskan, Jalan Kalipucang–Andonosari merupakan akses utama bagi warga tiga desa dan dua kecamatan. Di antaranya, masyarakat Desa Kalipucang dan Andonosari, Kecamatan Tutur. Juga, Desa Janjang Wulung, Kecamatan Puspo.
Hariono membenarkan bahwa jalan itu sudah sekitar 15 tahun rusak. Berkali-kali desa mengusulkan perbaikan. Namun, usul itu tidak kunjung disetujui. ”Baru tahun ini tembus. Bisa dibenahi,” ujarnya.
Kepala Desa Andonosari menambahkan, banyak korban sudah berjatuhan akibat kerusakan jalan itu. Lebih-lebih, saat musim hujan. Jalan licin. Air menggenang. Sebagian berlumpur. Lubang tidak terlihat. Pengendara sepeda motor sampai jatuh.
Ini yang lebih mengenaskan. Banyak pengendara roda dua membawa susu segar. Susu yang diangkut pun tumpah. Gara-garanya, sepeda motor goyang-goyang. Banyak lubang yang menjebak ban motor. Lebih-lebih kalau digenangi air. Lubang tidak kelihatan, tapi banyak sekali.
”Gara-gara kerusakan parah itu, jalan ini dikenal sebagai ’kolam Sewu’,” ungkapnya.
Dibiayai Rp 559 Juta
Kepala Bidang Perencanaan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan Listiani menjelaskan, perbaikan Jalan Kalipucang—Andonosari dimulai awal September 2021. Perbaikan akan berjalan selama kurang lebih 3 bulan. Pagu anggarannya sekitar Rp 720 juta. Namun, dalam kontrak kerja, terealisasi Rp 559 juta.
”Jalan sepanjang 1,4 km tersebut sudah dikerjakan 10 persen,” ungkapnya.
Menurut Listiani, perbaikan jalan tersebut terbagi menjadi dua ruas pekerjaan. Ruas pertama sepanjang 404 meter. Akan dilakukan pengaspalan hotmix. Ruas kedua sepanjang 1.007 meter. dilakukan dengan lapisan penetrasi (lapen). ”Awal Desember harus selesai,” pungkasnya. (one/far) Editor : Jawanto Arifin